SARIBERITA.ID - Banjir besar melanda wilayah barat laut Kamboja, tepatnya di Provinsi Battambang. Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti selama beberapa hari terakhir. Air bah merendam jalan, rumah-rumah penduduk, hingga area lahan pertanian yang luas.
Dalam kondisi darurat tersebut, warga setempat terlihat harus berjuang menerobos genangan air banjir yang cukup tinggi. Mereka bahu-membahu membawa barang-barang berharga mereka dengan berbagai kendaraan hingga berjalan kaki untuk menyelamatkan diri dan harta benda dari rendaman air.
Berdasarkan data yang dicatat oleh Otoritas Bencana Provinsi Battambang, banjir ini merendam seluruh 14 wilayah administratif di provinsi tersebut. Hingga tanggal 27 September, tercatat lebih dari 21.000 keluarga terkena dampak langsung dari bencana alam ini, dengan ratusan keluarga di antaranya harus dievakuasi ke tempat pengungsian.
Dampak banjir juga memukul telak sektor agrikultur Kamboja. Sekitar 35.000 hektar sawah dilaporkan terendam air. Bencana ini tidak hanya sekadar mengancam wilayah permukiman, melainkan juga melumpuhkan aktivitas para petani yang sangat mengandalkan lahan pertanian tersebut sebagai sumber penghasilan utama mereka.
Sebagai respons atas bencana ini, Pemerintah Kamboja telah mengambil langkah cepat dengan melakukan evakuasi dan mulai menyalurkan berbagai bantuan pokok bagi masyarakat yang terdampak. Secara nasional, rentetan banjir kali ini telah berdampak pada puluhan ribu keluarga yang tersebar di sejumlah provinsi di Kamboja, dengan total hampir 50.000 hektar lahan pertanian terendam.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar