SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran kabinetnya guna membahas langkah strategis perwujudan program pendidikan publik gratis. Rencana kebijakan pembebasan biaya pendidikan ini ditargetkan akan mencakup seluruh jenjang, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Sekretaris Kabinet, Mayor Teddy Indra Wijaya, memaparkan bahwa fokus utama dalam pertemuan krusial tersebut adalah merumuskan tahapan-tahapan kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk mengimplementasikan pendidikan gratis secara bertahap. Langkah progresif ini merupakan bentuk komitmen nyata dan realisasi dari janji Presiden Prabowo untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas.
Terkait penerapannya di tingkat pendidikan tinggi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menyatakan bahwa pemerintah saat ini masih terus mematangkan kajian dan skema yang paling tepat. Implementasi pembebasan biaya kuliah di PTN ini nantinya akan dieksekusi dengan tetap mempertimbangkan ketahanan dan kapasitas ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah tengah mempertimbangkan beberapa opsi penerapan yang akan dilakukan secara bertahap. Salah satu wacana yang mengemuka adalah memprioritaskan kebijakan ini bagi mahasiswa baru atau mahasiswa yang berasal dari kelompok ekonomi rentan.
"Nanti kita lihat, ada beberapa hitungan-hitungan. Bisa barangkali tahapannya dimulai dari mahasiswa baru dulu, atau yang kelompok desil 4 (masyarakat berpenghasilan rendah) dulu. Nanti semuanya akan kita exercise untuk mencari mana yang paling sesuai dengan kondisi ruang fiskal kita," urai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat dari perumusan kebijakan ini sejalan dengan visi besar Kepala Negara dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia ke depan.
"Intinya Bapak Presiden sangat berkeinginan memajukan pendidikan dan memperluas akses pendidikan untuk seluruh anak bangsa. Beliau inginnya (diberlakukan) sesegera mungkin, tapi tentu saat ini kita masih terus merapatkannya," pungkas Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.[SB.104/Pebri]





0 Komentar