SARIBERITA.ID - Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia secara khidmat menyelenggarakan simposium guna memperingati hari ulang tahun ke-160 tokoh revolusioner dan pelopor revolusi demokrasi Tiongkok, Sun Yat-sen. Peringatan bersejarah ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan dan pemikiran sang tokoh yang memiliki kedekatan historis dengan para pendiri bangsa.
Dalam acara tersebut, Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zhou Kan, hadir secara langsung dan memberikan pidato sambutan. Ia mengajak para peserta yang terdiri dari perwakilan diaspora, pengusaha, hingga kalangan pendidik, untuk mengenang jasa-jasa sejarah Sun Yat-sen. Zhou Kan juga secara khusus menyoroti sejarah panjang kedekatan masyarakat perantauan di Indonesia yang turut mengikuti jejak perjuangannya di masa lalu.
Lebih lanjut, ia berharap agar semangat persatuan yang diwariskan oleh Sun Yat-sen dapat terus dilestarikan untuk menolak segala bentuk separatisme dan campur tangan asing, demi mendorong stabilitas perdamaian, penyatuan, serta kebangkitan bangsa.
Turut memberikan pandangan kehormatan dalam forum tersebut, Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, yang menyampaikan pidato sambutannya melalui tayangan video. Ia memberikan apresiasi dan penilaian yang sangat tinggi terhadap kedudukan sejarah maupun kekayaan ideologis yang ditinggalkan oleh Sun Yat-sen.
Secara emosional, Megawati Soekarnoputri membagikan kenangan yang mendalam terkait kekaguman dari Sang Bapak Bangsa yang juga merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, terhadap ajaran dan semangat kepemimpinan Sun Yat-sen. Pemikiran-pemikiran tersebut diakui menjadi salah satu inspirasi pergerakan pada zamannya.
Mengakhiri pesannya, Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut menggunakan kesempatan ini untuk menyuarakan komitmen persahabatan antarnegara. Megawati menyatakan harapan kuatnya agar kerja sama komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok dapat terus dipererat, tidak hanya demi kemajuan kedua belah pihak, tetapi juga sebagai langkah nyata bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.[SB.104/Pebri]





0 Komentar