SARIBERITA.ID,BANTEN - Tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten yang mencapai sekitar 650.000 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kini mendapat perhatian khusus. Pasalnya, persoalan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh pengangguran dinilai dapat berdampak langsung pada terganggunya keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dan berpotensi meningkatkan angka kriminalitas.
Menyikapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Banten resmi meluncurkan program inovatif bernama POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran). Peluncuran program ini diselenggarakan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gioka Indonesia Kompeten, yang berlokasi di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.
Program POLIRAN hadir sebagai bentuk nyata kepedulian bersama untuk membantu masyarakat di usia produktif. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya akan mendapatkan pelatihan kompetensi, tetapi juga dibukakan akses langsung menuju dunia kerja.
Kepala LPK Gioka Indonesia Kompeten menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam menyukseskan program ini. Pihaknya siap memfasilitasi masyarakat Banten secara komprehensif, mulai dari tahap pelatihan keterampilan dasar hingga proses penyaluran tenaga kerja.
Mekanisme pelaksanaan POLIRAN ini melibatkan sinergi yang kuat antara kepolisian dan sektor industri. Nantinya, setiap Kepolisian Resor (Polres) di masing-masing wilayah Banten akan mengirimkan perwakilan masyarakat usia produktif untuk dilatih secara khusus oleh Polda dan LPK Giokai. Setelah peserta dinyatakan kompeten dan siap kerja, mereka akan langsung disalurkan dan ditempatkan di berbagai perusahaan melalui jaringan mitra industri yang telah bekerja sama.
Dengan adanya peningkatan kompetensi dan akses pekerjaan melalui POLIRAN, diharapkan peluang kerja bagi masyarakat Banten akan semakin terbuka lebar, angka pengangguran dapat ditekan, serta kondisi sosial masyarakat menjadi jauh lebih kondusif dan aman.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar