SARIBERITA.ID - Upaya percepatan transformasi digital yang aman dan terintegrasi bagi kota-kota di masa depan terus dipacu. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Forum Masyarakat Indonesia Emas bersama Asosiasi Industri Keamanan dan Perlindungan Beijing berkolaborasi menyelenggarakan "Forum Aplikasi Teknologi Kota Digital dan Keamanan Tiongkok-Indonesia 2026" di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta.
Acara yang mengusung tema 'Masa Depan Kota Digital yang Aman' ini tidak hanya menjadi ajang diskusi antar-akademisi dan pelaku industri, tetapi juga menjembatani pemerintah, sektor bisnis, dan mitra internasional. Fokus utamanya adalah memfasilitasi transfer teknologi, menarik investasi asing, serta mengintegrasikan infrastruktur smart city dengan sistem keamanan siber dan perlindungan publik yang tangguh.
Kolaborasi lintas batas ini turut mendapat sokongan penuh dari berbagai kementerian dan lembaga strategis negara. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Keterlibatan instansi-instansi tersebut menegaskan betapa vitalnya penerapan teknologi smart city yang aman guna memelihara stabilitas dan keamanan nasional.
Berbicara dalam forum tersebut, Anggota Forum Masyarakat Indonesia Emas, menegaskan bahwa penerapan inovasi digital yang mumpuni merupakan fondasi penting untuk menggapai visi besar bangsa ke depan.
"Insyaallah ini akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga lebih baik, dan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan berdiri tegak pada tahun 2045 yang akan datang," ungkap Anggota Forum Masyarakat Indonesia Emas.
Ia juga menekankan bahwa momentum persiapan menuju tahun 2045 harus dimanfaatkan secara optimal melalui langkah-langkah konkret dan cepat. Mengingat tenggat waktu tersebut kurang dari dua puluh tahun lagi, segala permasalahan sistem dan infrastruktur harus segera diperbaiki dan diselesaikan.
"Kita sangat optimis bahwa dalam dua tahun ini Bapak Presiden telah meletakkan fondasi yang sangat kuat, dan tiga tahun ke depan kita akan akselerasi dengan secepat-cepatnya dan sekuat-kuatnya," tegas Anggota Forum Masyarakat Indonesia Emas.
Selain menyajikan forum diskusi dan seminar bergengsi, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran pameran teknologi yang menampilkan beragam solusi mutakhir dalam sistem keamanan publik, yang merupakan karya inovasi dari sejumlah perusahaan teknologi asal Tiongkok dan Indonesia.
Sebagai langkah konkret dari acara ini, pihak panitia penyelenggara juga berkomitmen untuk terus mengawal kemudahan regulasi investasi teknologi di tanah air.
"Kami berupaya mempertemukan beberapa perusahaan di Indonesia dengan mitra Tiongkok agar bisa bekerja sama dengan baik. Tentu saja, kita sebagai negara harus memastikan bahwa tidak ada kesulitan, karena sebelumnya mereka (investor asing) mengatakan banyak sekali hambatan. Inilah yang kita pastikan agar semua kerja sama dapat terjalin dengan mulus," pungkas Perwakilan Penyelenggara Forum.[SB.104/Pebri]





0 Komentar