SARIBERITA.ID| Perusahaan pengembang kecerdasan buatan, OpenAI, dipastikan tidak akan melakukan penawaran umum perdana atau Go Public (IPO) pada tahun ini. Penundaan ini dilakukan karena perusahaan tengah mengalihkan fokus utamanya untuk mengatasi berbagai masalah keamanan yang timbul seputar teknologi kecerdasan buatan (AI).
Langkah penundaan IPO ini semakin menambah panjang daftar pihak dan tokoh berpengaruh di sektor teknologi yang mengkhawatirkan pesatnya laju perkembangan AI, yang dinilai berpotensi membahayakan eksistensi kehidupan manusia.
Terkait keputusan dan arah perusahaannya, CEO OpenAI, Sam Altman, dalam wawancaranya dengan Majalah Fortune menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh pada keselamatan global.
"Kami akan bertindak secara berbeda untuk memastikan bahwa perusahaan melakukan sesuatu yang menjamin penciptaan manfaat bagi seluruh umat manusia, sekaligus memastikan tidak ada seorang pun yang mengambil risiko mendekati hal-hal yang justru merugikan umat manusia," tegas Sam Altman.
Kekhawatiran yang disampaikan oleh pimpinan OpenAI ini nyatanya tidak sendirian. Pernyataan tersebut muncul bertepatan dengan seruan serupa dari para pemimpin perusahaan teknologi lainnya. CEO Anthropic PBC, Dario Amodei, bersama dengan Pendiri sekaligus Pimpinan xAI Corp, Elon Musk, juga telah secara bersama-sama menyuarakan perlunya memperlambat laju perkembangan AI demi memitigasi meningkatnya risiko teknologi tersebut bagi peradaban manusia.
Kecemasan tentang potensi ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh AI kini telah menjadi isu arus utama (mainstream). Perbincangan mengenai risiko keamanan ini semakin menguat dan didorong oleh kabar pengunduran diri seorang peneliti tingkat tinggi dari perusahaan Anthropic pada pekan ini. Pengunduran diri tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mendalam sang peneliti bahwa perusahaannya dianggap bertindak tidak bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan kecerdasan buatan yang dinilai telah melewati batas aman.[SB.101/R]


.jpeg)


0 Komentar