Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Erupsi Gunung Ili Lewotolok Terus Berlangsung, 26 Desa di Lembata Terpapar Abu Vulkanik


SARIBERITA.ID
– Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan signifikan sejak Minggu, 6 September. Akibatnya, sebanyak 26 desa di wilayah tersebut kini dilaporkan terpapar hujan abu vulkanik yang cukup pekat.

Dampak erupsi ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di sejumlah desa di kaki gunung. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape. Permukiman warga di kawasan tersebut dipenuhi oleh abu vulkanik yang turun cukup deras dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini menghambat berbagai aktivitas harian masyarakat. Abu vulkanik dilaporkan telah mencemari sumber air bersih seperti sumur warga, menutupi jalanan, hingga menumpuk tebal di atap-atap rumah. Merespons hal tersebut, warga secara swadaya harus rutin membersihkan atap rumah mereka karena tumpukan material abu vulkanik yang berat berisiko membuat atap roboh.

Selain kerugian materiil, paparan abu vulkanik ini juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Terdapat risiko tinggi penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang secara khusus sangat membahayakan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Khairul Imam Tarmizi selaku Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok mencatat bahwa ketinggian kolom abu vulkanik saat ini berkisar antara 400 hingga 600 meter di atas puncak. Terhitung sejak Minggu hingga Rabu siang, gunung tersebut telah mengalami 11 kali erupsi, yang juga disertai dengan ratusan kali letusan skala kecil setiap harinya.

Pihak pemerintah dan kewilayahan setempat, seperti yang dikoordinasikan oleh Laurens Manuk selaku Camat Ile Ape, terus memantau desa-desa terdampak di wilayahnya untuk meminimalisir dampak lebih lanjut, mengingat sebagian besar desa terdampak berada di kawasan lereng gunung.

Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ili Lewotolok berada pada Level II atau Waspada.

Guna menghindari potensi bahaya letusan dan awan panas, pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 3 kilometer, khususnya pada area sektoral bagian selatan dan tenggara dari pusat kawah gunung. Masyarakat juga diimbau untuk selalu menggunakan masker dan menutup rapat tempat penampungan air bersih di rumah masing-masing.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰