SARIBERITA.ID,LASEM - Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, menyimpan pesona sejarah dan akulturasi budaya Tionghoa-Jawa yang sangat memukau. Salah satu warisan budaya yang tak terpisahkan dari daerah yang dijuluki 'Tiongkok Kecil' ini adalah Batik Lasem, sebuah mahakarya seni lukis kain yang kental dengan nuansa warna merah peranakannya yang khas.
Di Lasem, terdapat salah satu rumah produksi legendaris bernama Batik Nyahok. Uniknya, tempat ini selalu memproduksi motif batik yang sama secara konsisten selama lebih dari 50 tahun. Salah satu perajin menjelaskan bahwa mereka mempertahankan pembuatan motif ikonik seperti Gunung Ringgit Pring dan Batik Tiga Negeri.
Sebutan Batik Tiga Negeri sendiri merujuk pada asal muasal perpaduan warnanya yang merepresentasikan tiga daerah sentra batik, yakni warna merah khas Lasem, warna cokelat dari Solo, dan warna biru dari Pekalongan. Proses pembuatan batik ini dilakukan secara bergantian tahap demi tahap dengan ketelitian tinggi, hingga memakan waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikannya.
Daya tarik peninggalan warisan (heritage) di kawasan pecinan yang eksis sejak abad ke-19 ini sukses membuat para wisatawan jatuh hati. Lanskap alam perbukitan dan pantainya yang menawan turut melengkapi kekayaan wisata Lasem.
Selain membatik, Lasem juga menawarkan wisata sejarah unik berupa Susur Sungai Bagan atau Kalilasem di Desa Dasun. Perjalanan susur sungai ini bukan sekadar rekreasi alam biasa, melainkan wisata tematik menelusuri jejak jalur perdagangan candu (opium) pada abad ke-18 dan 19. Melalui rute ini, wisatawan diajak bernostalgia membayangkan hilir mudik kapal-kapal dagang dari Tiongkok dan Eropa, yang menjadikan sungai Lasem sebagai urat nadi peradaban serta pusat perniagaan penting di Nusantara pada masanya. Wisata susur sungai jalur candu ini telah resmi dibuka dan dikelola untuk pariwisata sejak tahun 2016.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar