Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Tragedi Laut Jawa: KM Virgo Transport 8 Tenggelam, Keluarga Korban Menanti Kepastian


SARIBERITA.ID
 - Insiden memilukan kembali mencoreng wajah industri transportasi maritim nasional. Kapal motor penumpang KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa, menambah daftar kelam tragedi kecelakaan laut yang terjadi secara beruntun dalam dua bulan terakhir.

Peristiwa ini menyoroti kembali persoalan krusial terkait standar mitigasi bencana dan prosedur keselamatan penumpang di atas kapal yang seolah masih gagap untuk diimplementasikan di lapangan.

Kepanikan dan isak tangis pecah di Posko Pengaduan yang didirikan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/9/2026). Salah seorang anggota keluarga korban, Ela Nur Atika, Istri dari Korban Hilang (Penumpang/Sopir Truk), tak kuasa menahan tangis saat mendatangi posko untuk menanyakan keberadaan suaminya, Saiful Nuruddin.

Ela memberikan keterangan kepada awak media bahwa ia terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya melalui panggilan video (video call) pada Sabtu (12/9) pagi, tepat sebelum suaminya menaiki kapal.

Dalam komunikasi terakhir tersebut, Saiful sempat mengeluhkan adanya keterlambatan jadwal keberangkatan. Kapal yang seharusnya dijadwalkan berlayar pada pukul 02.00 dini hari itu, baru diberangkatkan pada pagi harinya. Sekitar satu jam setelah komunikasi tersebut, pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan Ela kepada suaminya tak lagi berbalas.

Terkait kronologi musibah, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal nahas tersebut, yang membawa total 243 orang penumpang, sempat memberikan laporan darurat bahwa mereka tengah menghadapi cuaca buruk dan mengalami kerusakan teknis di tengah pelayaran menuju Banjarmasin.

Kantor SAR Banjarmasin yang merespons laporan tersebut segera melakukan penyisiran. Titik terakhir kapal terpantau berada di perairan Laut Jawa, berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Beberapa jam kemudian, petugas berhasil menemukan bangkai kapal dalam posisi terbalik di lautan lepas.

Proses evakuasi yang dilakukan dengan mengerahkan berbagai armada bantuan berhasil menyelamatkan ratusan nyawa. Salah seorang narasumber dari Perwakilan Tim SAR Gabungan/Otoritas Evakuasi, memberikan rincian data sementara bahwa pihaknya, dengan dibantu armada dari empat kapal berbeda, telah berhasil mengevakuasi total 113 korban.

Evakuasi tersebut dilakukan secara estafet oleh Kapal TB Mauhau 9, Kapal TB TCP 6, MV Haida, dan KM Cahaya Bahari. Tim SAR juga mengonfirmasi adanya temuan sejumlah korban yang meninggal dunia dan mengalami cedera berat dalam proses evakuasi yang masih terus berlangsung.

Sementara itu, salah seorang penyintas yang berhasil selamat dari maut, Rinto, Penumpang Selamat, membeberkan kesaksian mengerikan detik-detik sebelum kapal karam. Rinto menuturkan bahwa sekitar lima jam setelah bertolak dari Tanjung Perak, terdengar suara patahan besi dari struktur kapal.

Situasi semakin memburuk pada dini hari akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang membuat kapal mulai oleng dan miring ke kiri. Kepanikan pun terjadi saat para penumpang, termasuk dirinya, harus berebut mencari jaket pelampung (life jacket). Rinto berhasil bertahan hidup dengan berpegangan pada bagian atas lambung kapal yang terbalik selama berjam-jam di tengah laut, sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal penyelamat sekitar empat jam kemudian.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian untuk mencari sisa penumpang yang belum ditemukan, sembari terus memutakhirkan data manifes dan kondisi terkini para korban.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰