Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

16 Tahun Bertahan Melawan Stroke Sejak Usia 23 Tahun, Mega Buktikan Penyakit Bukan Akhir Segalanya


 SARIBERITA.ID, Serangan stroke tidak hanya mengintai kelompok lanjut usia. Mega, seorang penyintas stroke, harus menghadapi kenyataan pahit saat divonis terserang stroke di usia yang sangat produktif, yakni 23 tahun. Berjuang selama 16 tahun dengan kelemahan fisik di bagian tubuh sebelah kiri, Mega tidak patah semangat dan kini tampil penuh inspirasi membuktikan bahwa kondisi tersebut bukanlah akhir dari segalanya.

Dalam bincang kesehatan, Mega membagikan pengalaman panjangnya menjalani berbagai upaya pemulihan pasca-stroke yang menimpanya sejak tahun 2010. Pada awalnya, kelumpuhan di sisi kiri tubuhnya membuat ia kesulitan bahkan untuk melakukan aktivitas dasar seperti mandi sendiri. Namun, berkat ketekunan dan kemauannya yang keras, ia melatih kemandiriannya agar tubuhnya tetap kooperatif.

Menurut Mega, titik balik yang membantunya mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik adalah kepatuhannya dalam menjaga pola hidup dan mengkombinasikan pengobatan dengan terapi teknologi laser, Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES), hingga dukungan korset medis. Hasilnya signifikan, tangan kirinya yang dahulu kaku kini sudah bisa digerakkan, diangkat tinggi, hingga digunakan untuk berlutut tanpa gemetar dan kesemutan saat ibadah.

Secara medis, kondisi vital Mega juga menunjukkan peningkatan luar biasa. Berdasarkan riwayat pemeriksaan, tekanan darah Mega yang sebelumnya 127/80 turun stabil menjadi 110/70. Kadar kolesterol yang dulu mencapai 225 kini terkendali di angka 172. Sementara itu, asam urat serta gula darahnya juga terjaga normal berturut-turut di angka 3 dan 124. Tidak hanya itu, kualitas tidurnya jauh membaik dan keluhan pusing serta morning flu yang dulu menyiksanya kini sudah hilang.

Para ahli kesehatan menyarankan agar para penderita stroke atau masyarakat umum tidak mudah menyerah. Selain menerapkan pola hidup sehat, asupan suplemen antioksidan serta penggunaan teknologi yang dapat memperlancar aliran darah sangat dianjurkan. Mega sendiri berharap pengalamannya ini bisa menjadi pengingat bagi generasi muda agar lebih peka terhadap "sinyal" atau alarm tubuh, dan tidak menunda pemeriksaan medis ketika merasa ada yang tidak beres pada kesehatan mereka.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰