SARIBERITA.ID| Destry Damayanti resmi mencetak sejarah baru dengan terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Penetapan ini menjadikannya sebagai sosok perempuan pertama yang menduduki pucuk pimpinan tertinggi di bank sentral Republik Indonesia tersebut sepanjang sejarah berdirinya.
Merespons pencapaian bersejarah ini, Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa saat ini perbedaan gender tidak lagi relevan untuk dijadikan masalah atau penghalang karier di Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja profesional dan mengedepankan kemampuan tanpa mengungkit persoalan gender.
"Sepanjang dia dianggap punya kemampuan, dia punya kesempatan juga. Ibu Kartini kan sudah menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan itu sama. Yang penting dia punya kompetensi, dia punya integritas, dan juga kepemimpinan (leadership)," ungkap Destry Damayanti dalam keterangannya.
Destry juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas amanah besar yang telah dipercayakan oleh negara kepadanya. Ia melihat hal ini sebagai bentuk nyata dari terbukanya ruang bagi perempuan untuk memimpin institusi strategis.
"Buat saya pribadi, tentunya saya berterima kasih terhadap kepercayaan yang diberikan oleh Presiden dan juga oleh DPR kepada saya, serta beberapa teman perempuan saya yang ada di BI saat ini. Deputi Gubernur Senior (DGS) saya juga perempuan. Kami berterima kasih telah diberikan kesempatan," tambahnya.
Lebih lanjut, Destry menilai bahwa stigma gender di dunia kerja Indonesia kini sudah jauh memudar. Ia menyoroti fakta bahwa saat ini banyak perempuan-perempuan hebat Tanah Air yang telah membuktikan diri mampu bersaing dan memimpin di berbagai sektor industri strategis, bahkan di sektor yang dulunya dianggap hanya diperuntukkan bagi laki-laki.
"Di Indonesia kita sudah biasa, kita punya perempuan-perempuan hebat yang bekerja di sektor-sektor yang dulu dianggap hanya sektor laki-laki, seperti pertambangan, apalagi di sektor keuangan yang perempuannya banyak sekali," jelas Destry.
Menutup pernyataannya, ia berpesan bahwa kesempatan untuk meraih posisi puncak terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berusaha membekali diri dengan keahlian yang mumpuni.
"Ini sebenarnya membuktikan bahwa di Indonesia siapa pun bisa mempunyai kesempatan untuk maju, sepanjang memang mereka mempunyai kompetensi, pengalaman yang bagus, dan tentunya integritas yang sangat dibutuhkan," tutupnya.[SB.101/R]


.jpeg)


0 Komentar