SARIBERITA.ID,JAKARTA - Menteri Kesehatan memberikan penjelasan tegas terkait ketersediaan obat antivirus Oseltamivir yang merupakan salah satu obat utama untuk menangani pasien terjangkit Influenza tipe A. Pemerintah memastikan bahwa stok obat keras tersebut aman dan dipastikan tersedia di berbagai rumah sakit rujukan.
Klarifikasi ini disampaikan secara langsung menyusul banyaknya keluhan dari warga di berbagai platform media sosial yang mengaku kesulitan mencari dan mendapatkan Oseltamivir belakangan ini.
Menanggapi fenomena tersebut, Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, menegaskan bahwa obat ini memang tidak didistribusikan dan tidak boleh diberikan secara bebas kepada masyarakat umum. Pembatasan ketat tersebut diberlakukan karena penggunaan Oseltamivir yang sembarangan sangat berisiko memicu resistensi atau kekebalan virus terhadap pengobatan.
"Flu itu sebenarnya kalau tanya dokter-dokter, harusnya dijaga agar sistem imun kita sendiri yang mengatasinya. Obat Oseltamivir memang kita sediakan di rumah sakit-rumah sakit. Cuma obat ini, seperti yang ahli sampaikan, tidak bisa sembarangan diberikan karena dia bisa mengakibatkan resistensi," tegas Budi Gunadi Sadikin.
Lebih lanjut, ia mencontohkan bahaya jangka panjang yang mengintai apabila masyarakat mengonsumsi obat antivirus ini tanpa indikasi medis yang jelas. Jika tubuh manusia terlanjur resisten, maka ketika muncul wabah flu dengan tingkat keparahan yang sangat fatal seperti H5N1 (Flu Burung) di masa lalu, virus tersebut tidak akan lagi merespons pengobatan sehingga dapat berujung pada tingginya angka kematian.
Oleh karena pertimbangan medis tersebut, protokol pemberian obat antivirus ini diperketat dan hanya direkomendasikan untuk kondisi khusus yang mendesak.
"Pemberiannya harus benar-benar dijaga, hanya diberikan ke orang-orang yang sakitnya dalam kondisi berat, atau memiliki tingkat komorbiditas (penyakit penyerta) yang tinggi," pungkasnya.
Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat diimbau untuk tidak gegabah dalam mencari obat-obatan keras secara mandiri untuk penyakit flu biasa, melainkan lebih memprioritaskan pemulihan melalui peningkatan imunitas tubuh secara alami serta selalu mengikuti arahan dari tenaga medis profesional.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar