SARIBERITA.ID,JAKARTA - Sering terbangun di tengah malam untuk buang air kecil atau yang dalam istilah medis dikenal dengan nokturia kerap kali dianggap remeh dan hanya dimaklumi sebagai faktor usia. Padahal, kebiasaan yang mengganggu kualitas tidur ini bisa menjadi sinyal bahaya yang memicu lonjakan tekanan darah hingga timbulnya komplikasi penyakit serius seperti diabetes dan kolesterol tinggi.
Secara medis, bahaya dari kondisi ini dijelaskan oleh Yohanes, seorang Praktisi Kesehatan. Ia menuturkan bahwa gangguan tidur akibat siklus buang air kecil yang terus-menerus sangat berdampak buruk pada kondisi kardiovaskular seseorang.
"Normalnya saat orang tidur, tubuh masuk ke dalam mode rileks di mana denyut jantung melambat dan tensi menurun. Tetapi ketika Anda buang air kecil dan otomatis terbangun, tubuh merespons dengan masuk ke kondisi waspada. Hal ini memicu lonjakan peningkatan hormon kortisol yang membuat tensi melonjak tinggi. Jika dibiarkan terus-menerus, ini akan menimbulkan risiko komplikasi," jelas Yohanes.
Pengalaman pahit dari dampak buruk gaya hidup ini dirasakan langsung oleh Supriadi, Narasumber sekaligus Mantan Sutradara, yang kini menginjak usia 76 tahun. Ia mengaku sudah sering mengalami buang air kecil di malam hari sejak usia muda, namun mengabaikannya. Akibat gaya hidup tanpa pantangan makan, di usia senjanya Supriadi harus dihadapkan pada kenyataan pahit saat hasil tes menunjukkan gula darahnya mencapai angka 325, kolesterol tinggi, dan tekanan darah di atas normal mencapai 150/80.
Selain masalah kesehatan organ dalam, keluhan fisiknya juga ditandai dengan rasa kantuk yang terus-menerus, gatal-gatal di badan, hingga penurunan vitalitas pria.
"Selama ini saya merasa sehat jadi tidak ada pantangan makan sama sekali. Sekarang saya merasa menyesal karena selama ini merasa sok tahu dan sombong merasa sehat, padahal diam-diam penyakit itu sudah menumpuk," keluh Supriadi.
Menjelaskan lebih lanjut soal komplikasi tersebut, Paidon Lumbantoruan, Praktisi Kesehatan, memaparkan bahwa tumpukan masalah seperti tingginya gula darah, hipertensi, dan kolesterol memicu penyumbatan pembuluh darah parah. Pada lansia pria, hal inilah yang menjadi biang kerok menurunnya fungsi vitalitas.
"Solusi agar tidak menjadi masalah yang berlarut-larut adalah dengan membantu agar pembuluh darah bisa terbuka dengan baik. Kuncinya adalah rutin olahraga kardiovaskular, konsumsi makanan sehat yang kaya vitamin C serta lemak baik, penambahan antioksidan, dan bisa dibantu dengan teknologi laser untuk merangsang produksi oksida nitrit sehingga sirkulasi darah kembali lancar," papar Paidon Lumbantoruan.
Selain disiplin menjaga pola makan dan rutin mengonsumsi obat dokter, terapi pendamping menggunakan alat kesehatan portabel berteknologi laser (Aculaser) yang dipasangkan di pergelangan tangan maupun intranasal (rongga hidung) sangat direkomendasikan. Sinar laser intensitas rendah ini berfungsi mengurai penggumpalan darah dan membakar gula darah menjadi energi, sehingga membantu menstabilkan fungsi tubuh dan menekan risiko stroke maupun gagal jantung.
Sebagai pengingat bagi masyarakat luas, Choki Sitohang, Host/Presenter, mengajak para generasi muda untuk tidak menunda melakukan investasi kesehatan dan mulai mencegah datangnya penyakit kronis sejak dini.
"Jangan sampai menunggu daftar penyakit itu datang menghampiri sampai kita tidak bisa menahan lagi. Sebaiknya dari usia yang lebih muda, kita sudah melakukan antisipasi dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari supaya terhindar dari risiko komplikasi di kemudian hari," pesan Choki Sitohang.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar