Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Bawa Semangat Bandung ke KTT BRICS, Presiden Prabowo Ajak Negara 'Global South' Bersatu

 


SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali mencuri perhatian dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang diselenggarakan di New Delhi, India. Tampil dalam sesi terbatas bertema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism", Presiden Prabowo secara lantang menyuarakan pentingnya persatuan negara-negara kawasan Selatan Global (Global South) dengan menggaungkan kembali memori historis "Semangat Bandung".

Di hadapan para pemimpin dunia yang hadir, Kepala Negara mengingatkan bahwa Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika beberapa dekade silam bukan sekadar warisan sejarah masa lalu, melainkan sebuah spirit yang masih sangat relevan dengan dinamika dan tantangan dunia saat ini. Semangat tersebut merepresentasikan perjuangan bangsa-bangsa untuk berdiri sejajar, menentukan masa depannya sendiri, dan terbebas dari segala bentuk penindasan.

Untuk memperkuat seruannya, Presiden Prabowo mengutip pepatah luhur bangsa Indonesia yang menjadi fondasi persatuan.

"'Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh' (United we stand strong, divided we fall). Kebijaksanaan sederhana ini menangkap semangat yang menyatukan negara-negara Global South dari Asia dan Afrika beberapa dekade lalu di Bandung," ungkap Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Presiden menilai bahwa negara-negara Global South memiliki ikatan batin yang sama, yakni pengalaman sejarah yang panjang dalam melawan imperialisme dan kolonialisme. Kini, negara-negara tersebut telah bertransformasi dan hadir di panggung diplomasi internasional sebagai negara-negara yang berdaulat dan setara.

Menurut Presiden Prabowo, kebersamaan dan konsolidasi kekuatan adalah kunci utama agar negara-negara berkembang tidak lagi dipandang sebelah mata dalam tatanan tata kelola global.

"Kita di negara-negara Global South kini merasa suara kita mulai didengar. Bangsa-bangsa yang berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme kini berkumpul sebagai entitas yang setara. Kita memahami bahwa dengan berdiri bersama, suara kita akan bergema lebih jauh. Kepentingan-kepentingan kita juga dapat dilindungi dan dimajukan dengan lebih baik," tegas Presiden Prabowo menutup pidatonya.

Pesan kuat dari Kepala Negara ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu motor penggerak utama bagi terciptanya tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan inklusif bagi seluruh bangsa.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰