SARIBERITA.ID, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mengambil kebijakan untuk memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa tingkat TK, SD, dan SMP selama dua hari, yakni pada tanggal 8 hingga 9 September 2026. Keputusan ini tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan abu vulkanik yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Tangerang Selatan.
Pantauan langsung di SMP Negeri 10 Tangerang Selatan menunjukkan suasana ruang kelas yang kosong dari pagi hingga sore hari. Para siswa sepenuhnya diwajibkan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dari rumah masing-masing. Di sisi lain, pihak sekolah memberikan fleksibilitas kepada para guru. Sebagian guru mengajar dari rumah, sementara sebagian lainnya memilih datang ke sekolah untuk memanfaatkan fasilitas yang ada guna memandu kelas secara daring melalui platform seperti Google Meet dan Zoom Meeting.
Kepala Sekolah SMPN 10 Tangerang Selatan menjelaskan bahwa metode PJJ ini bukanlah hal yang baru dan mengagetkan bagi civitas akademika karena mereka sudah memiliki pengalaman serupa saat pandemi COVID-19. Kebijakan ini dipatuhi sepenuhnya guna melindungi kesehatan siswa dan guru dari kondisi udara yang tidak memungkinkan.
Terkait kelanjutan metode pembelajaran pada hari Kamis dan Jumat mendatang, pihak sekolah menyatakan masih menunggu surat edaran serta arahan lanjutan dari Dinas Pendidikan yang mengacu pada perkembangan indeks kualitas udara. Jika situasi memungkinkan, pihak sekolah berharap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat segera kembali diberlakukan demi mencegah terjadinya lost learning pada para murid akibat banyaknya kendala dalam pembelajaran jarak jauh.
Sebagai langkah penanganan pasca-turunnya abu vulkanik pada Senin lalu, pihak sekolah juga telah melakukan pembersihan fasilitas. Meskipun bagian dalam ruang kelas relatif aman karena tertutup, area luar seperti lapangan olahraga sempat tertutup debu vulkanik. Pihak sekolah langsung mengambil tindakan penyemprotan area lapangan untuk memastikan permukaan tidak licin dan aman digunakan saat para murid kembali ke sekolah nanti.[SB.102/CAHAYA]




0 Komentar