Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Anggota Komisi XI DPR Samad Ungkap Strategi "4 Silinder" Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

 


SARIBERITA.ID| Pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi dengan defisit yang lebih kecil tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata. Dibutuhkan strategi penggerak yang diibaratkan sebagai "empat silinder" untuk mengakselerasi roda perekonomian, khususnya demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2027 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Samad, saat menjadi narasumber dalam program diskusi Top Economy di Metro TV yang dipandu oleh host bernama Leo.

Dalam penjelasannya, Samad memaparkan bahwa keempat silinder penggerak kekuatan perekonomian Indonesia tersebut meliputi, Anggaran negara sebagai penggerak dasar,Baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kekuatan perusahaan negara yang saat ini dikoordinasikan oleh lembaga Danantara, Keterlibatan pihak swasta dalam perputaran ekonomi.

"Empat silinder inilah yang menjadi kekuatan," ujar Samad dalam diskusi tersebut.

Samad menjelaskan, Komisi XI DPR RI bersama dengan pemerintah telah melakukan penghitungan terkait Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% di tahun 2027, posisi PDB Indonesia harus mampu mencapai angka Rp28.031 triliun.

Mengingat APBN memiliki keterbatasan dalam menyumbang total PDB tersebut, maka tiga silinder lainnya diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Samad sangat menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang sehat. Hal ini bisa dicapai melalui konsistensi kebijakan, kepastian hukum, reformasi birokrasi, serta percepatan layanan publik.

Selain iklim investasi, peran kekayaan negara yang dipisahkan dan kini dikonsolidasikan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) juga dinilai sangat krusial.

DPR telah menyampaikan pesan tegas melalui pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 agar kontribusi Danantara bisa diukur secara nyata.

"Kita sudah kirim pesan supaya kontribusi Danantara untuk 2027 itu sudah harus dihitung dalam bentuk kuantitatif, berapa sumbangannya terhadap pertumbuhan 6% itu, dari investasi dan operasional di luar PSO (Public Service Obligation)," tegas Samad.

Saat ini, pihak Danantara sedang melakukan kajian (exercise) dari berbagai aspek terkait rencana investasi mereka ke depan. Sebagai mesin penggerak, Danantara didukung oleh tiga instrumen utama yang akan terus dimaksimalkan, yakni Danantara Investment, Danantara Asset Management, dan Danantara Development. Ketiga pilar inilah yang mulai diukur kontribusinya untuk tahun 2027.[SB.101/R]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰