SARIBERITA.ID Upaya pemadaman titik-titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hingga kini masih terus dilakukan. Meski asap di beberapa daerah sudah mulai menipis berkat penyiraman dari petugas, kondisi alam masih menjadi kendala besar di lapangan.
Berdasarkan pantauan Jurnalis , Ardan Anugrah, yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian, hembusan angin yang kencang membuat api sangat mudah kembali menyala dan merambat ke titik lain.
"Meskipun area sudah disiram dan dibasahi oleh tim gabungan, namun ketika masih ada beberapa titik panas yang mengeluarkan asap lalu angin berhembus kencang, inilah yang menjadi penyebab api kembali merambat. Kondisi cuaca di sini tidak hanya dipengaruhi suhu panas, tapi juga kencangnya hembusan angin," jelas Ardan dalam laporannya.
Untuk menanggulangi skala kebakaran yang meluas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diketahui telah mengerahkan sekitar 10.700 personel gabungan ke berbagai titik lokasi karhutla.
Terkait dengan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang menjadi pemicu kebakaran, Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan secara tegas.
Dalam keterangannya, Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya menerima sebanyak 52 laporan kasus karhutla. Dari jumlah tersebut, 8 di antaranya telah dikonversi menjadi laporan kepolisian secara resmi.
"Dari laporan kepolisian tersebut, sudah ditetapkan sebanyak 13 orang tersangka. Penyelidikan ini masih akan terus dilanjutkan hingga nantinya ditemukan siapa yang benar-benar bertanggung jawab dalam kejadian karhutla yang ada di sini," tegas Kapolda Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, penanganan karhutla ini juga mendapat atensi langsung dari pemerintah pusat. Dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Tengah baru-baru ini, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjanjikan pengiriman sejumlah bantuan strategis guna mempercepat penanggulangan bencana.
Bantuan yang akan dikerahkan meliputi helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman secara masif melalui jalur udara. Selain itu, pemerintah juga akan menambah kekuatan di lapangan dengan mengirimkan 1.500 personel TNI.
Untuk memaksimalkan upaya pembasahan hingga ke dalam tanah, Presiden juga menyebut akan menyiapkan sistem pompanisasi dan pipanisasi dengan jumlah sekitar 100 hingga 200 pompa air. Bantuan tenaga kesehatan juga disiagakan secara khusus untuk mendampingi para petugas serta merawat masyarakat yang kesehatannya terdampak akibat paparan asap.
Adapun fokus area pemadaman dan pembasahan oleh tim gabungan di Palangka Raya pada hari ini difokuskan di lima titik utama, antara lain di Jalan Yos Sudarso, Jalan Tingang Ujung, serta sepanjang Jalan Tjilik Riwut (Km 6, Km 10, dan rentang Km 13 hingga Km 15).
[SB.103/[Riskph]





0 Komentar