SARIBBERITA.ID Ketegangan kembali memanas di wilayah Kurdi, Suriah. Puluhan demonstran meluapkan kemarahannya dengan merusak papan nama gedung administrasi pemerintah transisi yang berada di Kota Kobani.
aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk protes atas adanya laporan kekerasan dan pelecehan terhadap warga Kurdi yang kembali ke daerah asal mereka. Protes ini dipicu oleh rasa solidaritas terhadap keluarga-keluarga Kurdi yang kembali ke wilayah Ras al-Ain, namun justru mendapatkan tindakan penyerangan.
Para demonstran tampak menurunkan secara paksa papan nama yang terpasang di depan gedung pemerintahan tersebut. Untuk mengendalikan situasi dan mengantisipasi kericuhan yang lebih luas, otoritas setempat telah mengerahkan kendaraan lapis baja serta sejumlah personel keamanan yang disiagakan di sekitar area gedung pemerintahan dan alun-alun kota.
Gelombang protes dan aksi solidaritas serupa juga dilaporkan terjadi di kota Qamishli (Qamishlo) dan Hasakah. Di Qamishli, para demonstran bahkan nekat menurunkan bendera Suriah dari salah satu gedung pemerintah. Dalam aksinya, massa terus menyerukan tuntutan agar ada jaminan dan perlindungan keamanan bagi seluruh warga Kurdi yang kembali ke kampung halaman mereka.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar