SARIBERITA.ID| Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada hari Minggu. Pertemuan ini secara khusus membahas langkah efisiensi strategis di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta program ketahanan energi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas dan meminta jajaran BUMN untuk melakukan efisiensi besar-besaran, salah satunya dengan memangkas jumlah anak hingga cucu perusahaan.
Menjelaskan lebih lanjut mengenai arahan tersebut, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui sebuah keterangan tertulis memaparkan bahwa penyederhanaan struktur BUMN ini bertujuan untuk menciptakan perusahaan-perusahaan pelat merah yang lebih lincah dan produktif.
"Dengan rantai birokrasi yang lebih pendek, diharapkan proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat sekaligus menjaga efisiensi perusahaan negara," jelas Teddy dalam keterangannya.
Selain menyoroti efisiensi struktur BUMN, agenda penting lainnya dalam pertemuan ini adalah pembahasan mengenai kemandirian energi nasional. Presiden Prabowo menerima laporan langsung dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, terkait progres pelaksanaan program mandatori B50 yang sebelumnya telah diluncurkan pada bulan Juli lalu.
Di samping itu, kesiapan infrastruktur untuk menyongsong penerapan mandatori bioetanol juga turut dilaporkan kepada Presiden. Program mandatori energi ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah guna memperkuat kemandirian sekaligus ketahanan energi nasional, yakni dengan cara terus meningkatkan pemanfaatan sumber-sumber energi yang berasal dari dalam negeri.[SB.101/Ran]





0 Komentar