Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan II Tembus 5,29%, Qodari: Tidak Hanya Solid, Tapi Juga Berkualitas


 SARIBERITA.ID| 
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika perdagangan internasional, fundamental ekonomi Indonesia kembali menunjukkan ketahanan yang kuat. Hal ini tercermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan kedua (Q2) tahun 2026 yang berhasil menyentuh angka 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di level 5,12%. Secara kumulatif, capaian ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester I tahun 2026 menjadi 5,45%. Capaian ini sekaligus mencatatkan rekor sebagai pertumbuhan ekonomi semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Qodari, capaian makroekonomi ini didukung oleh seluruh komponen pembentuk yang mencatatkan pertumbuhan solid.

"Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% secara tahunan, mencerminkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,87%, menunjukkan bahwa Indonesia tetap dipandang sebagai destinasi investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global," ungkap Qodari.

Bagi pemerintah, angka-angka tersebut bukanlah sekadar data statistik. Qodari menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan berbagai kebijakan pemerintah yang berada pada jalur yang tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, dan memperkuat konsumsi domestik.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tetap mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi meski harga energi global tengah merangkak naik. Selain itu, realisasi program-program prioritas pemerintah dinilai sukses memberikan efek pengganda (multiplier effect).

"Berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga memberikan multiplier effect melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan permintaan barang dan jasa, serta kenaikan pendapatan masyarakat," jelas Qodari.

Dari sisi investasi, pemerintah juga terus mendorong penanaman modal pada sektor hilirisasi sumber daya alam dan berkomitmen untuk menuntaskan berbagai hambatan investasi melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua ini juga diiringi dengan tren positif berupa penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. "Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya,Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga momentum positif ini pada semester kedua. Salah satu upaya konkret yang disiapkan adalah peluncuran paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun.Paket stimulus ini akan mencakup beberapa program utama, di antaranya,Bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat,Insentif tarif transportasi selama periode libur sekolah, serta libur Natal dan Tahun Baru,Program magang nasional dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

Pemerintah juga berjanji akan terus mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Untuk jangka panjang, penguatan momentum pertumbuhan akan difokuskan pada sektor-sektor produktif, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Seluruh langkah tersebut akan diiringi dengan kebijakan yang menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat daya saing nasional, serta meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan para investor," tutup Qodari.[SB.101/Ran]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital