SARIBERITA.ID Upaya pencarian terhadap ratusan korban yang dinyatakan hilang akibat bencana tanah longsor di kawasan Pelabuhan Girong, Xichang, China, terus dikebut oleh otoritas setempat. Tim SAR gabungan harus berhadapan dengan medan yang ekstrem demi menembus lokasi inti titik terjadinya bencana.
Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang pada Rabu pekan lalu ini meninggalkan endapan lumpur tebal yang mencapai lebih dari satu meter. Untuk dapat bergerak menyisir area di antara himpitan batu dan lumpur pekat, para petugas penyelamat terpaksa harus menggunakan tali pengaman dan mengerahkan anjing pelacak.
Untuk menjangkau lokasi-lokasi terdampak yang hingga kini masih terisolir, pemerintah setempat telah mengerahkan dua unit helikopter militer. Helikopter tersebut bertugas mendistribusikan bantuan logistik berupa bahan makanan dan obat-obatan, serta mengangkut alat pendeteksi kehidupan untuk mencari penyintas.
Merespons skala kerusakan yang masif, Pemerintah China secara resmi telah menaikkan status tanggap darurat bencana ke level 1. Sebuah pusat komando darurat juga telah didirikan di Girong guna mempercepat dan mengkoordinasikan distribusi bantuan logistik maupun peralatan evakuasi.
Hingga Minggu siang, operasi skala besar ini melibatkan sedikitnya 2.141 personel gabungan. Tim di lapangan juga telah berhasil mengevakuasi 499 warga dari lima desa yang terdampak, serta 55 orang wisatawan lokal ke zona aman.
Otoritas setempat juga telah memastikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi warga maupun wisatawan asing yang terjebak di wilayah Girong pasca-evakuasi tersebut.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar