Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Nigel Farage Sebut Krisis Migran di Selat Inggris Sebagai Keadaan Darurat Keamanan Nasional


 SARIBERITA.ID – Pimpinan Partai Reform UK (sebelumnya bernama Partai Brexit), Nigel Farage, menyebut krisis masuknya kapal-kapal migran melintasi Selat Inggris telah mencapai tingkat "darurat keamanan nasional". Hal tersebut diungkapkan Farage menyusul tibanya sebuah kapal berisi lebih dari 200 migran ke Pelabuhan Dover, yang mencatatkan rekor jumlah penumpang terbanyak dalam satu perahu di perairan tersebut.

Menurut Farage, sebuah kapal kayu berukuran besar yang membawa 230 orang migran merapat di dok Pelabuhan Dover pada dini hari. Ia menilai hal ini sebagai rekor baru dan memperingatkan bahwa tanpa adanya tindakan tegas, rute Selat Inggris ini bisa menyamai krisis migran di perairan Mediterania, di mana akan ada ribuan migran yang datang setiap harinya.

Lebih jauh, Farage secara terbuka mengkritik upaya yang ada saat ini, dengan menyebut bahwa membongkar dan menghancurkan sindikat penyelundupan manusia adalah hal yang mustahil.

"Anda tidak bisa menghancurkan geng-geng penyelundup itu, itu mustahil. Kita mungkin bisa menangkap pemimpin gengnya, memenjarakan mereka 20 tahun, dan mendenda jutaan Euro. Tetapi itu tidak ada artinya, keuntungannya sangat besar, sehingga akan ada orang lain yang bersedia melakukannya (menggantikan)," ungkap Nigel Farage, Pemimpin Reform UK.

Ia menyoroti meluasnya titik-titik keberangkatan dari pesisir utara Prancis, mulai dari Dunkirk, Calais, Wimereux, Hardelot, bahkan hingga Dieppe di Normandia—membuat area pengawasan membentang hingga sepanjang 130 mil.

Dalam mengatasi hal ini, Farage mengkritik kegagalan pemerintahan Partai Konservatif sebelumnya—terutama terkait keengganan untuk keluar dari Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia (ECHR)—dan juga kegagalan yang kini berlanjut di bawah pemerintahan Partai Buruh.

Sebagai solusi, Farage mengusulkan langkah radikal untuk melakukan deportasi instan di laut. Proposal yang ia sampaikan menginstruksikan Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dan petugas perbatasan laut (Border Force)—yang kini mengerahkan 4 kapal laut raksasa—untuk mencegat para migran di batas teritorial 12 mil laut Selat Inggris, dan langsung mengembalikan mereka ke perairan Prancis alih-alih membawa mereka ke pelabuhan Dover.

"Saya katakan kepada Anda, jika kita mulai melakukan hal tersebut (memulangkan migran ke Prancis di batas 12 mil laut), dalam beberapa minggu tidak akan ada lagi perahu migran yang datang," klaim Farage.

Farage juga melontarkan kekhawatirannya mengenai profil dan latar belakang dari ratusan orang yang tiba dari kapal tersebut. Ia menyebut ada risiko masuknya ekstremis dan potensi infiltrasi aktor negara.

"Berapa banyak dari 230 orang itu yang datang untuk bergabung dengan geng kriminal? Berapa banyak yang memiliki kecenderungan ekstremis? Berapa banyak yang disponsori oleh negara Iran untuk datang dan menjadi agen tidur (sleeper agents) di negara kita?" ujar Farage.

Ia menekankan bahwa 10 pekan lalu di Parlemen, dirinya telah menyampaikan informasi dari sumber tepercaya kepada Shabana Mahmood (Kementerian Kehakiman) bahwa Iran diduga menggunakan rute tersebut untuk menyelundupkan calon teroris ke Inggris, walau saat itu klaimnya ditentang keras oleh para Anggota Parlemen dari Partai Buruh.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi oleh reporter mengenai data resmi yang menunjukkan total kedatangan migran pada tahun ini sebenarnya mengalami penurunan secara kumulatif sebesar 42 persen dibanding tahun lalu, Farage berargumen bahwa penurunan angka tersebut tidak menutupi keparahan situasi karena ukuran perahu yang digunakan semakin besar—dari 173 penumpang menjadi 230 orang.

"Ya, jumlah keseluruhannya tahun ini memang turun, tapi tetap saja mengerikan. Jika saya memberi tahu rakyat Inggris 10 tahun lalu bahwa puluhan ribu pemuda—yang membuang kartu identitas mereka ke laut dan beberapa di antaranya mungkin teroris—akan masuk ke Inggris, Anda tidak akan percaya," tutupnya seraya menambahkan bahwa ide merayakan penurunan jumlah migran saat ini adalah suatu hal yang tidak masuk akal karena kondisi masih di luar kendali.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital