Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Metro Xinwen - Jejak Tokoh Tionghoa dalam Kemerdekaan RI

 


SARIBERITA.ID, - Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, telah mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur, tak terkecuali fasilitas pendidikan. Guncangan keras tersebut membuat beberapa gedung sekolah mengalami retak struktural hingga atap ambruk, sehingga bangunan dinyatakan tidak aman untuk digunakan.

Akibat kondisi ini, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa dialihkan. Berdasarkan pantauan darurat di lokasi terdampak, anak-anak kini harus belajar di bawah tenda-tenda pengungsian yang didirikan secara swadaya oleh warga dan aparat setempat. Meskipun harus duduk beralaskan terpal tipis dan menahan panasnya terik matahari di siang hari, antusiasme para siswa untuk tetap bersekolah tidak menyurut.

Tenda-tenda darurat ini didirikan di lapangan terbuka yang jauh dari bangunan fisik sekolah untuk menghindari risiko bahaya dari gempa susulan. Selain fokus pada pemberian materi pelajaran, para guru juga berupaya memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) agar anak-anak tidak berlarut dalam rasa takut pasca-bencana.

Menanggapi situasi darurat pendidikan di wilayah tersebut, Drs. Antonius, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Setempat, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan dan langkah cepat agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan maksimal meski dalam keterbatasan.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan anak-anak dan guru. Bangunan yang rusak parah sudah kami tutup total. Sembari menunggu proses perbaikan dan bantuan dari pemerintah pusat, kami mendistribusikan tenda darurat tambahan, buku bacaan, serta perlengkapan sekolah agar anak-anak kita tetap bisa belajar. Hak pendidikan mereka tidak boleh terhenti oleh bencana," tegas Drs. Antonius.

Pemerintah daerah bersama BPBD saat ini terus mematangkan rencana rehabilitasi infrastruktur pendidikan. Masyarakat dan pihak sekolah sangat berharap adanya percepatan bantuan renovasi gedung, agar para siswa dapat segera kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital