SARIBERITA.ID| Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas rencana pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite. Kebijakan ini dirancang secara khusus untuk membatasi konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat kelas atas yang masuk dalam kategori desil 9 dan desil 10.
Seusai pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa rencana pembatasan ini masih berada dalam tahap pembahasan. Pemerintah saat ini tengah berfokus mempelajari kelayakan dan kesiapan sistem milik PT Pertamina (Persero) untuk mengeksekusi kebijakan tersebut di lapangan.
Menurut Purbaya, pembatasan ini tidak akan diterapkan secara serta-merta, melainkan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
"Subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9 dan 10, supaya nanti—bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian—kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya. Saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap untuk bisa dilaksanakan," ujar Purbaya.
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa pembatasan pembelian Pertalite ini secara tegas akan menyasar masyarakat kaya yang masih menggunakan kendaraan mewah. Ia menyoroti fenomena penggunaan mobil kelas atas seperti BMW hingga Mercedes-Benz (Mercy) yang tidak sepatutnya meminum BBM yang disubsidi oleh negara.
Meski pemerintah belum memaparkan secara rinci apakah pembatasan nantinya murni berbasis jenis kendaraan atau menggunakan metode verifikasi lain, sasaran utamanya dipastikan agar kuota BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.
"Menyangkut dengan pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan, ya. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi? Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Menkeu) tadi. Jadi teman-teman media tolong jangan dipelintir lagi, ini penting saya luruskan," tegas Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil juga membawa kabar melegakan bagi masyarakat luas. Di tengah gejolak harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang saat ini tidak menentu, pemerintah berkomitmen untuk menahan harga BBM bersubsidi.
"Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa di tengah harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang, kami berdua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik," tutup Bahlil.[SB.101/Ran]





0 Komentar