SARIBERITA.ID Krisis pasokan kelistrikan akut yang saat ini melanda Kuba terus menyulitkan aktivitas keseharian masyarakat. Kondisi pemadaman listrik ekstrem yang dapat berlangsung hingga berjam-jam setiap harinya memaksa para warga di ibu kota Havana untuk terus memutar otak demi memenuhi kebutuhan kelistrikan dasar.
Di tengah keterbatasan energi dan putusnya aliran listrik dari jaringan nasional, kehadiran sebuah stasiun pengisian daya listrik bertenaga surya (solinera) di sudut kota Havana kini menjadi penyambung hidup dan solusi krusial bagi warga.
Fasilitas publik berbasis energi terbarukan ini dimanfaatkan oleh warga dari berbagai penjuru untuk sekadar mengisi daya peralatan elektronik dan menjaga agar rutinitas rumah tangga tetap bisa berjalan, terutama menyelamatkan bahan makanan yang ada di lemari pendingin.
Warga Setempat, yang tinggal tak jauh dari fasilitas tenaga surya tersebut, menyampaikan betapa pentingnya peran stasiun ini dalam kesehariannya.
"Saya adalah warga sekitar sini, jarak rumah saya hanya sekitar dua blok dari stasiun ini. Saya datang kemari dengan frekuensi yang sangat rutin, praktis hampir setiap hari. Saya membawa kipas angin dan beberapa alat, lalu menyambungkannya langsung di stasiun ini agar tetap bisa digunakan," tuturnya.
Menghadapi besarnya animo dan kebutuhan mendesak dari masyarakat, Pengelola Fasilitas Stasiun Tenaga Surya telah menyiagakan puluhan titik stop kontak bagi warga.
"Di sini titik kepadatan warga sangat tinggi. Untuk itu, kami telah memasang 26 stop kontak (titik pengisian daya) yang diperuntukkan bagi warga agar bisa mengisi alat kelistrikan portabel, kipas angin, lampu isi ulang (rechargeable), dan seluruh peralatan sejenisnya," terangnya.
Ketiadaan listrik dalam waktu panjang sangat mengancam ketahanan pangan skala rumah tangga karena matinya mesin pendingin. Oleh karena itu, tidak sedikit warga yang menggantungkan daya dari fasilitas energi surya ini untuk menyalakan perangkat esensial.
Seorang Warga/Pengguna Fasilitas lainnya yang datang pada sore hari menuturkan harapannya.
"Pemadaman listrik terjadi berjam-jam, padahal makanan di dalam kulkas tidak boleh dibiarkan membusuk. Sumber daya energi ini sangat berguna bagi saya untuk menyalakan televisi, kulkas, freezer, kipas angin di rumah, dan untuk beberapa pencahayaan jika daya lampu saya habis. Fasilitas ini jelas merupakan sebuah keuntungan besar yang sangat membantu kami di tengah situasi krisis kelistrikan," ungkapnya.
Meninjau antusiasme serta manfaat masif yang ditimbulkan dari keberadaan stasiun ini, pihak perusahaan yang menginisiasi proyek energi surya tersebut berkomitmen untuk membantu lebih banyak warga Kuba di masa mendatang.
Perwakilan Perusahaan Inisiator Proyek Stasiun Tenaga Surya, memaparkan bahwa pihaknya akan melakukan ekspansi pembangunan titik solinera yang baru.
"Masyarakat di komunitas sekitar perusahaan ini sangat merasakan manfaat dari hadirnya akses pengisian daya untuk peralatan rumah tangga mereka. Kami memiliki rencana ke depan untuk mengembangkan beberapa solineras (stasiun tenaga surya) lainnya. Tujuannya agar semakin banyak populasi yang dapat merasakan manfaatnya, sekaligus meminimalisasi dampak kerugian dari situasi krisis energi ini," pungkasnya.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar