Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Serangan Balasan Tewaskan 14 Orang


 SARIBERITA.ID, Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam waktu hampir bersamaan yang mengakibatkan sedikitnya 14 orang tewas. Serangan yang terjadi pada akhir pekan itu menyasar sejumlah wilayah di kedua negara dan kembali menimbulkan korban sipil di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Otoritas yang ditunjuk Rusia di wilayah Zaporizhzhia yang dikuasai Moskow melaporkan serangan Ukraina ke kawasan resor menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk dua anak-anak. Selain korban jiwa, belasan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Hingga kini, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Ukraina menyatakan serangan udara Rusia menghantam sejumlah wilayah, termasuk Sumy, Dnipropetrovsk, Kyiv, dan Poltava. Serangan rudal serta drone itu mengakibatkan sedikitnya enam warga sipil meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, selain merusak bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum.

Militer Ukraina menyebut Rusia terus meningkatkan intensitas penggunaan rudal dan pesawat tanpa awak dalam beberapa pekan terakhir. Serangan tersebut dinilai semakin memperburuk situasi keamanan di berbagai kota yang berada tidak jauh dari garis depan pertempuran.

Sementara itu, Rusia menegaskan operasi militernya tetap menyasar target-target yang disebut berkaitan dengan infrastruktur pertahanan Ukraina. Namun, pihak Ukraina menilai serangan tersebut juga berdampak pada kawasan sipil sehingga menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.

Perang yang berlangsung sejak 2022 itu hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara terus meningkatkan serangan jarak jauh menggunakan drone dan rudal, sehingga memperluas wilayah terdampak konflik serta meningkatkan jumlah korban sipil.

Komunitas internasional kembali menyerukan pentingnya upaya diplomasi guna menghentikan eskalasi kekerasan. Sejumlah negara dan organisasi internasional terus mendorong kedua pihak agar menahan diri serta mengutamakan jalur dialog demi mengurangi dampak kemanusiaan yang semakin besar akibat perang berkepanjangan.

Hingga berita ini ditulis, situasi di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran serangan masih berada dalam kondisi siaga. Otoritas setempat terus melakukan evakuasi warga, penanganan korban, serta pendataan kerusakan, sementara perkembangan terbaru dari medan konflik masih terus dipantau oleh berbagai pihak.[SB.09/Ranti]


Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital