Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Keceriaan Anak-Anak Demak Bermain Bola Di Dasar Sungai Klambu Kiri


 SARIBERITA.ID-DEMAK – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, membawa cerita dan fenomena tersendiri bagi warga sekitar. Mengeringnya aliran air di saluran irigasi Sungai Klambu Kiri tidak selamanya disambut dengan keluh kesah. Di tangan anak-anak setempat, dasar sungai yang retak dan mengering justru disulap menjadi lapangan sepak bola dadakan yang luas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi sungai yang biasanya dipenuhi air irigasi untuk mengaliri sawah kini berubah menjadi hamparan tanah kering. Pemandangan kontras terlihat di sore hari, di mana krisis air yang menjadi tantangan bagi para petani justru diwarnai oleh gelak tawa dan keceriaan puluhan anak-anak yang asyik berlarian mengejar bola plastik. Tanpa alas kaki, mereka menjadikan tumpukan sandal dan ranting kayu sebagai gawang darurat.

Kondisi ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar yang kerap menghabiskan waktu sore dengan duduk di bantaran sungai sambil menonton anak-anak bertanding. Suryono, selaku Tokoh Masyarakat dan Warga Setempat, mengungkapkan bahwa mengeringnya sungai ini memang rutin terjadi saat puncak musim kemarau, dan selalu dimanfaatkan oleh anak-anak.

"Kondisi air surut total sampai dasarnya mengeras ini sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu. Daripada anak-anak terus-terusan main gadget di rumah, mereka inisiatif turun ke sungai buat main bola. Warga yang menonton ikut terhibur melihat kerukunan mereka, walaupun di sisi lain kita juga prihatin memikirkan sawah yang kekeringan," ujar Suryono.

Terkait fenomena ini, Budi Santoso, Kepala Desa Setempat, membenarkan bahwa Sungai Klambu Kiri merupakan urat nadi pertanian di wilayah tersebut. Namun, karena debit air dari pusat bendungan menurun drastis, dasar sungai kini benar-benar kering kerontang.

"Sungai irigasi ini sangat vital bagi petani kami. Namun karena alam sedang kemarau, airnya nihil. Anak-anak jadinya punya tempat bermain baru yang kebetulan sangat luas. Kami dari pihak pemerintah desa membiarkan saja karena itu wujud kreativitas anak-anak, tetapi kami tetap mengimbau para orang tua untuk ikut mengawasi agar mereka tidak bermain terlalu jauh ke titik yang lumpurnya mungkin masih basah atau dalam," jelas Budi Santoso.

Bagi anak-anak desa, kekeringan ini adalah momen langka yang menggembirakan. Rizky, salah satu Anak Setempat yang Ikut Bermain Bola, dengan wajah berpeluh keringat mengaku sangat menikmati area bermain baru mereka.

"Senang sekali karena lapangannya jadi sangat luas dan lumayan rata. Setiap sore pasti kumpul sama teman-teman dari kampung sebelah juga buat tanding di sini. Kalau sungainya penuh air kan kita tidak punya lapangan sebesar ini," tutur Rizky dengan penuh keceriaan.

Meskipun dasar Sungai Klambu Kiri yang mengering mampu menghadirkan secercah kebahagiaan dan tawa bagi anak-anak Demak, warga dan para petani tetap menaruh harapan besar. Mereka berharap musim penghujan dapat segera tiba agar aliran sungai kembali normal dan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka tidak mengalami gagal panen.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital