SARIBERITA.ID Duka mendalam tengah menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Barat. Desa Adat Sade, sebuah perkampungan tradisional yang sangat dicintai dan kerap menjadi ikon pariwisata kebanggaan di Lombok Tengah, dilanda musibah kebakaran hebat.
Berdasarkan rekaman amatir dari warga setempat, api dengan beringas melahap seluruh kawasan desa hingga tidak ada satu pun rumah yang tersisa. Bangunan-bangunan tradisional yang menjadi ciri khas kampung tersebut kini rata dengan tanah.
Kecepatan rambat api yang sangat luar biasa ini disebabkan oleh konstruksi bangunan rumah adat yang didominasi oleh bahan-bahan yang sangat mudah terbakar. Warga yang panik dan histeris hanya bisa menyaksikan tempat tinggal mereka hangus tanpa sempat menyelamatkan harta benda.
Tohir, Warga/Tokoh Masyarakat Desa Adat Sade, membenarkan besarnya skala kehancuran akibat musibah ini. Ia menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat muncul dari area tengah kampung sebelum akhirnya menyebar dengan sangat cepat tak terkendali.
"Sekitar 250 rumah sudah habis ludes, barang pun tidak ada yang bisa diselamatkan karena bahan ini kan dari bambu sama ilalang, makanya api itu begitu cepat melahap semua rumah," jelas Tohir menggambarkan kengerian peristiwa tersebut.
Lebih lanjut, Tohir menyebutkan bahwa kawasan Desa Adat Sade ini dihuni oleh kurang lebih 700 Kepala Keluarga (KK). Melihat kondisi kampung yang kini luluh lantak dan kerugian materiil yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, masyarakat setempat sangat menantikan uluran tangan dari berbagai pihak.
"Ini kondisi kampung Sade yang kita cintai malam ini sudah tak ada satu rumah pun yang tersisa. Harapan kami semua masyarakat Kampung Adat Sade agar bisa dibantu dalam bentuk tenaga ataupun material. Kami sangat menunggu bantuan saudara-saudara," pungkas Tohir memohon bantuan dan perhatian dari pemerintah, instansi terkait, maupun masyarakat luas.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar