SARIBERITA.ID Ratusan titik panas kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera, memicu ancaman serius berupa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Salah satu wilayah yang mengalami eskalasi kebakaran adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, di mana tim gabungan saat ini masih terus berjibaku memadamkan api.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Presenter Metro TV, Glory Nata, sebaran asap dari kebakaran lahan ini sudah mulai memengaruhi dan memperburuk kualitas udara di ibu kota provinsi, Pekanbaru.
Kebakaran dilaporkan terjadi secara sporadis di sejumlah wilayah Indragiri Hilir. Titik api terbesar saat ini teridentifikasi berada di Desa Kayuraja, Kecamatan Kritang. Selain itu, upaya pemadaman serta pendinginan lahan juga tengah diintensifkan di wilayah lain, yakni di Kecamatan Gaung, Kampas, dan Reteh.
Guna mempercepat penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir telah mengerahkan tiga tim gabungan yang terjun langsung ke lokasi. Tim ini terdiri dari unsur BPBD, prajurit TNI, personel Polri, serta dibantu oleh elemen masyarakat setempat.
Meski personel sudah dikerahkan secara maksimal, operasi pemadaman di lapangan tidak berjalan mudah. Perwakilan Petugas Tim Gabungan di lokasi (nama tidak disebutkan spesifik dalam liputan) menjelaskan bahwa penanganan terus diupayakan meski diadang berbagai rintangan alam.
"Penanganannya seperti biasa, ketika kita turunkan tim, ada tiga tim yang sekarang di lokasi dan dibantu oleh pihak TNI, Polri, serta masyarakat. Mudah-mudahan bisa clear (segera padam)," ujar perwakilan petugas tersebut.
Lebih lanjut, ia memaparkan rincian hambatan operasional yang sangat memengaruhi kecepatan tim memadamkan titik api, mulai dari masalah sumber air hingga keterbatasan alat.
"Kalau kendala di lapangan itu bermacam-macam. Ada kendala air yang jaraknya cukup jauh, apalagi sekarang cuaca sudah mulai kering. Ada (sumber air) yang dekat, ada yang jauh. Dan memang kendala kami juga pada sarana dan prasarana (sapras) dan sebagainya yang masih kekurangan," tegasnya.
Menyikapi sebaran kabut asap yang mulai mengepung wilayah Pekanbaru dan sekitarnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis imbauan resmi. Masyarakat diminta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala bentuk pembukaan lahan dengan cara dibakar. BMKG juga menyarankan agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama di saat indikator kualitas udara sedang memburuk.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar