JAKARTA – Rencana penggabungan atau merger antara maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dengan PT Pelita Air Service, saat ini dilaporkan masih dalam tahap kajian secara mendalam. Pembahasan terkait konsolidasi ini terus bergulir di tingkat pemegang saham serta melibatkan para pihak terkait.
Berdasarkan keterangan resmi dari Manajemen Garuda Indonesia, kajian menyeluruh tersebut dilakukan dengan tujuan utama untuk memperkuat ekosistem penerbangan nasional. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga keberlanjutan agenda transformasi yang sedang dijalankan oleh Garuda Indonesia.
Kendati proses kajian terus berjalan, manajemen menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final. Baik mengenai bentuk entitas ke depan maupun mekanisme konsolidasi antara kedua maskapai penerbangan milik negara tersebut, semuanya masih dalam proses pematangan.
Manajemen Garuda Indonesia juga memberikan jaminan kepada masyarakat dan pelanggan setia. Di tengah proses kajian merger ini, seluruh kegiatan operasional maskapai akan tetap berjalan normal. Pelayanan kepada pelanggan serta komitmen penerbangan dipastikan akan beroperasi seperti biasa tanpa adanya perubahan maupun gangguan operasional.
Sebagai informasi, wacana konsolidasi ini berawal dari rencana PT Pertamina (Persero) yang berniat untuk melepas bisnis penerbangan anak usahanya, Pelita Air. Rencananya, maskapai tersebut akan digabungkan dengan Garuda Indonesia. Langkah ini diambil oleh Pertamina sebagai bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengoptimalkan fokus bisnis mereka di sektor minyak dan gas bumi (migas), serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT).[SB.104/Pebri]





0 Komentar