Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

INOVATIF! Kertas Bekas Jadi Ladang Jamur Lewat Teknologi Sederhana

 

SARIBERITA.ID, JAKARTA - Tumpukan kertas bekas yang kerap berujung di tempat pembuangan akhir kini memiliki nilai ekonomis baru. Melalui sentuhan inovasi dan teknologi sederhana, limbah kertas berhasil disulap menjadi media tanam atau baglog yang produktif untuk budidaya jamur konsumsi, seperti jamur tiram dan jamur merang. Langkah kreatif ini tidak hanya menjadi solusi cerdas dalam menekan volume sampah organik, tetapi juga membuka peluang wirausaha baru yang menjanjikan bagi masyarakat.

Proses pengolahannya pun terbilang sangat mudah dan minim biaya. Kertas bekas seperti koran, buku bekas, atau kardus yang telah dihancurkan, direndam dalam air hingga menjadi bubur. Bubur kertas tersebut kemudian dicampur dengan sedikit bekatul (dedak) dan kapur pertanian (dolomit) sebagai nutrisi tambahan. Setelah melalui proses sterilisasi pengukusan menggunakan drum bekas, media tanam dari kertas ini siap ditaburi bibit jamur.

Kandungan selulosa yang tinggi pada kertas terbukti menjadi sumber makanan yang sangat baik bagi pertumbuhan miselium jamur. Mengomentari keberhasilan inovasi ini, Dr. Rina Amelia, Peneliti Bioteknologi Lingkungan, menjelaskan bahwa pemanfaatan kertas bekas secara biologis sangat efektif.

"Kertas pada dasarnya terbuat dari serat kayu yang kaya akan selulosa dan hemiselulosa, bahan utama yang memang diurai oleh jamur di alam liar. Dengan takaran formulasi nutrisi yang pas dan proses sterilisasi yang baik, bubur kertas bekas ini bisa sepenuhnya menggantikan serbuk gergaji kayu yang selama ini umum digunakan oleh para petani jamur. Ini adalah bentuk penerapan sirkular ekonomi yang sangat nyata dan mudah diduplikasi," jelas Rina.

Dukungan terhadap inovasi ramah lingkungan ini juga datang dari sektor pemerintahan. Hendra Setiawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, menegaskan bahwa teknologi tepat guna semacam ini perlu segera disebarluaskan ke tingkat rukun tetangga.

"Inovasi mengubah kertas bekas menjadi ladang jamur ini sangat inspiratif karena memecahkan dua masalah sekaligus, yakni manajemen sampah dan ketahanan pangan. Kami akan segera mendorong program pelatihan bagi kelompok tani, karang taruna, dan ibu-ibu PKK agar teknologi sederhana ini bisa diaplikasikan di skala rumah tangga. Selain lingkungan menjadi lebih bersih dari sampah kertas, gizi keluarga terpenuhi, dan yang pasti ada tambahan penghasilan dari panen jamur," ungkap Hendra.

Ke depannya, inovasi budidaya jamur bermediakan limbah kertas ini diharapkan dapat menjadi gerakan masif di kawasan perkotaan yang padat penduduk dan minim lahan pertanian (urban farming). Terobosan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana, tumpukan sampah yang dianggap tak berguna bisa diubah menjadi pundi-pundi rupiah yang menguntungkan.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital