Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

[HEADLINE NEWS, 24/08] IKBBP Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejarah untuk Generasi Penerus Bangsa

 

SARIBERITA.ID, JAKARTA – Memasuki minggu keempat bulan Agustus, wacana mengenai penguatan karakter bangsa melalui pendidikan kembali mencuat. Ikatan Keluarga Besar Bapak Pendidikan (IKBBP) kembali menyuarakan urgensi dan pentingnya pendidikan sejarah yang komprehensif bagi generasi penerus bangsa. Dalam sebuah simposium pendidikan nasional yang digelar pada tanggal 24 Agustus ini, IKBBP menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar rentetan hafalan tanggal dan peristiwa, melainkan fondasi utama dalam membangun identitas dan jati diri bangsa.

Di tengah gempuran arus informasi global dan pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda saat ini dinilai rentan kehilangan akar budayanya. IKBBP menyoroti bahwa pemahaman sejarah yang dangkal dapat memicu krisis identitas dan melunturnya semangat nasionalisme di kalangan milenial dan Gen Z.

Budi Santoso, selaku Ketua Umum IKBBP, dalam pidatonya menekankan bahwa pendidikan sejarah harus mampu menjadi cermin masa lalu sekaligus kompas penunjuk arah menuju masa depan.

"Pendidikan sejarah kita tidak boleh berhenti pada sebatas hafalan siapa tokohnya dan kapan kejadiannya. Sejarah harus diajarkan sebagai sebuah narasi besar tentang perjuangan, nilai-nilai kepahlawanan, dan proses panjang terbentuknya bangsa ini. Jika generasi muda kita tidak mengenal sejarahnya dengan baik, mereka akan mudah terombang-ambing oleh ideologi luar dan kehilangan pijakan keindonesiaannya. Memahami sejarah adalah kunci untuk merawat kebhinekaan dan menjaga keutuhan NKRI," tegas Budi.

Lebih lanjut, simposium tersebut juga membahas perlunya revitalisasi metode pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah. Metode yang terlalu kaku dan membosankan dinilai tidak lagi efektif untuk menarik minat generasi masa kini.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Rina Puspitasari, selaku Pakar Kurikulum dan Pengamat Pendidikan, menjelaskan perlunya pendekatan inovatif dalam mengajarkan sejarah.

"Kita harus bisa mengemas pelajaran sejarah menjadi sesuatu yang relevan dan menarik bagi anak muda. Pemanfaatan teknologi seperti Virtual Reality (VR), film dokumenter interaktif, atau kunjungan ke situs-situs bersejarah secara langsung bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Guru sejarah harus bertransformasi dari sekadar penyampai fakta menjadi fasilitator yang merangsang daya kritis siswa untuk mengambil pelajaran (hikmah) dari setiap peristiwa masa lalu," urai Dr. Rina.

IKBBP berharap melalui simposium ini, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kurikulum sejarah. Penanaman nilai-nilai sejarah sejak dini diyakini sebagai langkah preventif paling ampuh untuk membentengi generasi penerus dari ancaman disintegrasi dan memastikan mereka tumbuh menjadi warga negara yang bangga serta bertanggung jawab terhadap tanah airnya.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital