Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Hasan Nasbi Sebut Kritik Itu Seperti Jamu, Pahit tetapi Menyehatkan #CoverBothSides


 SARIBERITA.ID, Jakarta - Dalam iklim demokrasi yang dinamis, ruang berekspresi dan penyampaian kritik terhadap pemangku kebijakan merupakan elemen esensial yang tidak terpisahkan. Menyikapi dinamika opini publik yang kerap mewarnai ruang publik, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, memberikan pandangan filosofisnya mengenai esensi dari sebuah kritik. Ia mengibaratkan kritik yang dialamatkan kepada pemerintah maupun individu layaknya meminum jamu tradisional.

Menurut Hasan, meskipun sering kali kritik disampaikan dengan narasi yang tajam dan terasa tidak nyaman untuk didengar, esensinya sangat dibutuhkan untuk membangun sistem yang lebih baik dan akuntabel. Ia menekankan bahwa masukan yang konstruktif, sekeras apa pun penyampaiannya, berfungsi sebagai pengingat, penyeimbang, dan pengkoreksi langkah agar setiap kebijakan tidak melenceng dari kepentingan rakyat.

Dalam pemaparannya, Hasan menjelaskan bahwa layaknya meminum jamu yang diracik dari berbagai bahan herbal, kritik mungkin memberikan sensasi getir pada tegukan pertama. Namun, efek jangka panjangnya justru mendatangkan kesembuhan dan memperkuat daya tahan. Hal ini sejalan dengan prinsip cover both sides, di mana pemerintah tidak boleh hanya terbuai oleh apresiasi dan pujian, melainkan harus lapang dada dan terbuka menerima evaluasi dari berbagai elemen masyarakat.

Lebih lanjut, ia berharap agar masyarakat dan media massa terus menjalankan fungsi kontrol sosialnya dengan baik. Kritik yang dilandasi oleh fakta, data yang valid, dan argumentasi yang rasional diyakini akan menjadi "obat" yang paling ampuh untuk menyehatkan kinerja birokrasi, menjaga transparansi, serta memperkuat fondasi institusi publik di masa depan.

[SB.102/CAHAYA] 

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital