SARIBERITA.ID- Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan pada Selasa (4/8/2026) dini hari. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat enam kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer ke arah Kali Krasak, sementara status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan pengamatan BPPTKG, aktivitas guguran lava terjadi selama periode pemantauan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Selain enam guguran lava, petugas juga merekam 24 kali gempa guguran yang menandakan aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi dan perlu terus dipantau.
Meski aktivitas erupsi efusif masih berlangsung, BPPTKG menegaskan belum ada perubahan tingkat aktivitas Gunung Merapi. Status tetap berada pada Level III (Siaga), yang berarti potensi bahaya masih berada di sekitar area puncak dan sektor-sektor tertentu yang telah ditetapkan sebagai zona rawan.
Petugas juga mengamati kondisi cuaca di sekitar puncak gunung yang umumnya cerah hingga berawan. Asap kawah tampak berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, sementara guguran lava mengarah ke sektor barat daya melalui alur Kali Krasak.
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya. Warga juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya guguran lava maupun awan panas, terutama saat kondisi cuaca hujan yang dapat memicu aliran material vulkanik di sungai-sungai berhulu di Gunung Merapi.
Selain aktivitas guguran lava, hasil pemantauan deformasi dan visual menunjukkan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas vulkanik diperkirakan masih akan berlanjut sehingga pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam.
BPPTKG meminta pemerintah daerah, relawan kebencanaan, dan masyarakat yang berada di sekitar lereng Merapi untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. Informasi yang akurat dinilai penting guna menghindari kepanikan maupun penyebaran kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat aktivitas guguran lava tersebut. Meski demikian, status Siaga tetap menjadi pengingat bahwa Gunung Merapi masih aktif, sehingga masyarakat diharapkan mematuhi seluruh rekomendasi BPPTKG demi menjaga keselamatan selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.[SB.09/Pebrianti ]*




0 Komentar