SARIBERITA.ID, JAKARTA – Usia muda sering kali disalahartikan sebagai masa keemasan fisik di mana tubuh seolah kebal terhadap berbagai macam penyakit. Anggapan keliru ini pada akhirnya membuat banyak dari kalangan milenial dan Gen Z abai terhadap pentingnya menjaga pola hidup. Melalui program edukasi Go Healthy, sebuah kisah inspiratif dari seorang anak muda yang berjuang memperbaiki kesehatannya membuka mata publik bahwa penyakit kronis kini tidak lagi memandang usia.
Gaya hidup modern yang serba instan, minimnya aktivitas fisik atau gaya hidup sedentari, kebiasaan begadang, hingga tingginya konsumsi makanan cepat saji yang sarat gula dan garam menjadi kombinasi berbahaya bagi generasi muda. Penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, kolesterol tinggi, hingga diabetes tipe 2 yang dahulu identik sebagai "penyakit orang tua", kini trennya mulai bergeser dan semakin banyak menyerang kelompok usia produktif di bawah 30 tahun.
Pengalaman pahit akan teguran kesehatan ini pernah dirasakan langsung oleh Rizky Aditya, seorang pekerja kreatif yang membagikan kisah transformasinya. Beberapa tahun lalu, tuntutan pekerjaan yang memaksanya sering terjaga hingga pagi dan mengandalkan makanan instan nyaris merenggut masa depannya. Di usianya yang baru menginjak 26 tahun saat itu, ia didiagnosis mengalami gejala pradiabetes dan memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi setelah sempat jatuh pingsan akibat kelelahan ekstrem.
Rizky Aditya, selaku Pekerja Kreatif dan Pegiat Gaya Hidup Sehat, menuturkan bahwa momen ambruknya kesehatan tersebut menjadi teguran keras sekaligus titik balik baginya untuk merombak total kebiasaan buruknya.
"Dulu saya merasa karena masih muda, badan saya kuat-kuat saja diajak kerja ngoyo berhari-hari, makan sembarangan, minum minuman manis tiap hari, dan sama sekali tidak pernah olahraga. Sampai suatu ketika saya kolaps dan hasil laboratoriumnya sangat berantakan. Dari situ saya tertampar keras, saya sadar bahwa aset paling berharga itu kesehatan, bukan sekadar karier. Saya langsung ubah total isi piring saya, mulai memaksakan diri rutin lari pagi, dan memperbaiki jam tidur. Alhamdulillah, sekarang tubuh terasa jauh lebih bugar, ringan, dan kerja pun malah makin produktif," tutur Rizky.
Fenomena pergeseran usia penderita penyakit metabolik dan kardiovaskular ini turut menjadi perhatian serius di kalangan medis. Masyarakat, khususnya anak muda, diimbau untuk tidak menunggu sakit baru memulai gaya hidup sehat.
Menanggapi fenomena tersebut, dr. Andi Pratama, selaku Praktisi Kesehatan dan Spesialis Penyakit Dalam, menegaskan bahwa ancaman penyakit kronis pada usia muda adalah nyata dan mengalami lonjakan yang cukup mengkhawatirkan akibat gaya hidup yang salah.
"Sangat banyak anak muda sekarang yang datang berkonsultasi dengan keluhan gampang lelah, sering kesemutan, atau sakit kepala di tengkuk, yang setelah kami periksa ternyata tensi atau gula darahnya melonjak drastis. Masih muda bukan berarti bebas penyakit! Pembuluh darah yang dirusak oleh gula dan lemak sejak dini akan menumpuk plak lebih cepat, dan ini berisiko memicu serangan jantung atau stroke di usia 30-an. Obat terbaik adalah pencegahan, mulai peduli kesehatan sekarang juga. Kurangi gula, perbanyak serat, rutin cek kesehatan berkala, dan bergeraklah secara aktif setiap hari," jelas dr. Andi.
Kisah transformasi Rizky yang diangkat dalam Go Healthy ini diharapkan dapat menjadi alarm pengingat bagi seluruh anak muda di Indonesia. Kesehatan bukanlah sesuatu yang bisa ditunda atau diremehkan. Membangun kebiasaan hidup sehat di usia muda adalah investasi terbaik untuk menikmati masa depan yang panjang, produktif, dan bahagia.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar