SARIBERITA.ID Serangkaian gempa bumi mengguncang wilayah Granada, Spanyol Selatan, dan menyebabkan sedikitnya tiga orang terluka. Rentetan gempa ini juga memicu kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur, bangunan, dan kendaraan milik warga.
Kondisi di lokasi kejadian menunjukkan kerusakan yang signifikan. Sejumlah mobil terlihat hancur tertimpa puing-puing reruntuhan atap bangunan. Selain itu, banyak rumah dan gedung apartemen warga yang mengalami retakan besar pada bagian dinding hingga membahayakan struktur bangunan.
Menurut catatan dari Institut Geografi Nasional Spanyol, terdapat tujuh gempa yang terjadi secara beruntun di wilayah tersebut. Empat di antaranya merupakan gempa berkekuatan di atas Magnitudo 4. Gempa terkuat tercatat mencapai Magnitudo 4,8 dengan pusat gempa berlokasi di dekat wilayah Gojar. Guncangan kuat ini dilaporkan terasa meluas hingga ke sejumlah wilayah di Spanyol Selatan.
Guncangan yang terjadi berkali-kali dalam beberapa hari terakhir ini membuat kerusakan bangunan semakin memburuk dan memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Beberapa warga terdampak memberikan kesaksiannya terkait peristiwa mengerikan ini:
(Warga Pria Terdampak) Seorang warga pria menceritakan bagaimana bangunan tempat tinggalnya mengalami kerusakan yang terus memburuk seiring dengan adanya gempa susulan. "Kami tinggal di sebuah gedung apartemen. Lantai pertama, kedua, dan ketiga semuanya retak, dan kondisinya semakin parah. Kami tidak tahu harus berbuat apa, kami sangat ketakutan. Saat gempa terjadi, saya sedang bekerja di wilayah Chana dan guncangannya terasa sangat kuat."
(Warga Pria Saksi Mata) Narasumber lain menceritakan detik-detik runtuhnya material bangunan di dekatnya. "Sesaat sebelum gempa berakhir, saya mendengar sesuatu jatuh dengan sangat keras. Saat saya mendekat ke jalan, terlihat kepulan debu tebal yang ternyata adalah reruntuhan batu bata bangunan. Saya sempat menunggu dari kejauhan untuk melihat apakah ada yang berteriak meminta pertolongan, tapi beruntung saat debunya mereda, tidak ada siapa-siapa di jalanan tersebut."
(Warga Wanita, Imigran asal Venezuela) Seorang wanita yang tinggal bersama keluarga besarnya menceritakan kengerian yang ia rasakan sejak gempa pertama mengguncang. "Saya berasal dari Venezuela dan baru delapan bulan tinggal di sini. Kami telah mengalami masa-masa mengerikan sejak hari Jumat. Sangat mengerikan. Gedung kami retak-retak. Saya di sini bersama anak, cucu, dan besan saya. Kami merasa berada dalam risiko bahaya yang tinggi. Anak dan cucu saya bahkan harus bergegas masuk sebentar hanya untuk mengambil koper berisi pakaian karena kami semua terpaksa melarikan diri hanya dengan pakaian tidur (piyama)."
Hingga saat ini, sebagian warga masih memilih bertahan di ruang terbuka, seperti taman dan jalanan, karena trauma dan takut akan adanya gempa susulan yang bisa merobohkan tempat tinggal mereka.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar