Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Bank Indonesia Sebut Permintaan Domestik Masih Solid

 

SARIBERITA.ID

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Bank Indonesia Sebut Permintaan Domestik Masih Solid

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tercatat tetap kuat dan stabil di angka 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa capaian impresif ini didorong oleh terjaganya stabilitas makroekonomi serta permintaan domestik yang masih sangat solid di tengah dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyampaikan bahwa kinerja perekonomian nasional pada periode tersebut menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Berbagai indikator ekonomi domestik, termasuk konsumsi rumah tangga dan investasi, terus mencatatkan tren positif yang mendukung roda perekonomian nasional tetap berputar secara optimal di tengah berbagai tantangan eksternal.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh konsumsi swasta yang tetap tumbuh tinggi, sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat serta terkendalinya laju inflasi. Selain itu, belanja pemerintah dan penanaman modal atau investasi baik dari dalam maupun luar negeri turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Secara sektoral, pertumbuhan positif terjadi hampir di seluruh lapangan usaha utama, dengan sektor industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi menjadi motor penggerak utama. Sektor pariwisata dan transportasi juga terus menunjukkan pemulihan yang kuat, didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat serta berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di berbagai daerah.

Bank Indonesia menilai bahwa sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang ditempuh pemerintah bersama otoritas keuangan berjalan sangat efektif dalam menjaga momentum pertumbuhan. Koordinasi yang erat ini berhasil memitigasi berbagai risiko rambatan global, seperti fluktuasi nilai tukar mata uang asing serta ketidakpastian pasar keuangan global yang kerap menekan negara-negara berkembang.

Ke depan, Bank Indonesia optimis bahwa perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2026 akan tetap berada di jalur pertumbuhan yang sehat, yakni berada dalam kisaran proyeksi yang telah ditetapkan. Optimisme ini didasarkan pada perkiraan bahwa permintaan domestik akan terus menguat, terutama menjelang paruh kedua tahun ini yang biasanya diwarnai oleh berbagai aktivitas ekonomi produktif.

Kendati demikian, Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko global, termasuk perlambatan ekonomi mitra dagang utama serta dinamika geopolitik dunia yang berpotensi mempengaruhi rantai pasok global. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi dan reformasi struktural lanjutan terus diperkuat guna menjaga ketahanan ekonomi nasional dari guncangan eksternal yang tidak terduga.

Pemerintah bersama otoritas moneter berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar rupiah sebagai fondasi penting bagi dunia usaha dalam melakukan ekspansi. Dengan stabilitas yang terjaga dan daya beli masyarakat yang kokoh, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

[SB.09/cahaya]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital