SARIBERITA.ID Hujan monsun yang sangat lebat melanda sebagian wilayah di Pulau Luzon, Filipina. Tingginya curah hujan ini mengakibatkan banjir besar yang merendam berbagai kawasan, khususnya di Provinsi Rizal dan wilayah Metro Manila.
Kondisi banjir yang parah terekam jelas di kawasan Rodriguez (sebelumnya dikenal sebagai Montalban). Arus banjir yang sangat dahsyat dan deras di wilayah tersebut bahkan dilaporkan mampu menghanyutkan sebuah kendaraan roda empat.
Curah hujan tinggi yang mengguyur Filipina ini dipicu oleh aktivitas angin monsun barat daya yang kemudian diperparah oleh adanya sistem tekanan rendah di sebelah timur wilayah utara Luzon. Merespons cuaca ekstrem ini, Badan Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat mengenai tingginya potensi banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Luzon.
Dampak dari hujan lebat ini sangat meluas. Pada hari Sabtu, banjir merendam berbagai ruas jalanan di ibu kota hingga membuat sebagian akses jalan lumpuh total dan tidak bisa dilalui. Selain itu, permukaan air sungai telah mencapai tingkat kritis dan berbahaya, di mana air di Bendungan Lamesa dilaporkan mulai meluap.
Bencana banjir bandang ini juga memakan banyak korban jiwa. Berdasarkan laporan data dari Kantor Pertahanan Sipil Filipina (Office of Civil Defense), tercatat sebanyak 32 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat bencana alam ini.
[SB.106/Riskph]





0 Komentar