Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Proyek RSUD Bogor Utara Rp93 M Disorot, Berujung Jadi Klinik dan Kini Diusut Kejaksaan


SARIBERITA.ID
– Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor Utara senilai Rp93 miliar kembali menjadi sorotan setelah Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Bangunan yang semula dirancang sebagai rumah sakit kini justru beroperasi sebagai Klinik Utama Rawat Inap (KURI), sementara penyidik menduga negara mengalami kerugian hingga Rp9,179 miliar.

Pembangunan RSUD Bogor Utara bermula dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2020 yang menargetkan pembangunan puluhan rumah sakit di berbagai daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor kemudian mengusulkan pembangunan rumah sakit di wilayah Parung untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Bogor Utara yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju rumah sakit rujukan.

Namun, dalam perjalanannya proyek tersebut menghadapi berbagai persoalan sejak tahap perencanaan. Kejaksaan mengungkap lokasi yang digunakan masih berupa kawasan rawa dan status lahannya belum sepenuhnya tuntas saat diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, luas lahan yang tersedia dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan pembangunan rumah sakit yang telah direncanakan.

Permasalahan juga disebut terjadi pada proses pengadaan hingga pelaksanaan proyek. Penyidik menilai tahapan perencanaan, tender, dan eksekusi pekerjaan tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga pembangunan rumah sakit tidak dapat diselesaikan sesuai tujuan awal. Akibatnya, fasilitas tersebut gagal difungsikan sebagai RSUD yang mampu melayani masyarakat secara optimal.

Dalam perkembangan penyidikan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menetapkan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial BAP sebagai tersangka. BAP diketahui merupakan mantan anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Khusus 10 yang terlibat dalam proses pemilihan penyedia jasa konstruksi proyek RSUD Bogor Utara. Ia telah ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Penyidik menegaskan penyelidikan tidak akan berhenti pada satu tersangka. Kejaksaan masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pihak-pihak yang diduga berperan dalam perencanaan, proses lelang, maupun pelaksanaan pembangunan proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut.

Meski gagal menjadi rumah sakit daerah, bangunan tersebut akhirnya diresmikan sebagai Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Bogor Utara pada Desember 2025. Saat ini fasilitas tersebut tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan layanan rawat inap, instalasi gawat darurat, laboratorium, radiologi, farmasi, serta sejumlah layanan poliklinik spesialis.

Kasus dugaan korupsi proyek RSUD Bogor Utara menjadi perhatian publik karena menyangkut penggunaan anggaran besar yang semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Kejaksaan memastikan penyidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab, sekaligus memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas.SB.09/Pebrianti ]*

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital