Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Pemerintah Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) untuk Perluas Akses Pendidikan Bermutu


JAKARTA
- Pemerintah terus berkomitmen memperluas kesempatan bagi setiap anak Indonesia agar dapat memperoleh pendidikan yang bermutu dan lebih dekat dari tempat tinggalnya. Langkah ini diambil mengingat tantangan pemerataan pendidikan yang masih besar, di mana saat ini baru sekitar 4% kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian mutu yang baik.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, dalam keterangannya menyatakan bahwa pemerataan mutu pendidikan harus dipercepat. Hal ini dilakukan tidak hanya dengan membangun sekolah fisik, tetapi juga dengan memperkuat ekosistem pembelajaran di daerah. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menyelenggarakan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

"SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan. Murid mengikuti kurikulum nasional melalui pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEAMS (Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, Matematika, dan Olahraga) serta memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan karakter, minat, bakat, dan talentanya," jelas Muhammad Qodari.

Lebih lanjut, Qodari memaparkan bahwa SNT diselenggarakan tanpa asrama dan tanpa biaya (gratis) bagi para murid. Program ini diharapkan memberikan pilihan layanan pendidikan bermutu bagi keluarga dengan lokasi yang lebih dekat dari rumah. SNT juga dirancang untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, serta kemitraan dengan sekolah-sekolah di sekitarnya.

Program SNT ini melengkapi program pendidikan pemerintah lainnya seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, di mana semuanya memiliki satu tujuan utama, yakni memastikan perkembangan optimal bagi setiap anak Indonesia.

Pada tahun ajaran 2026/2027, layanan SNT akan mulai diselenggarakan di 17 kabupaten/kota yang tersebar di 13 provinsi. Lokasi tersebut meliputi:

  1. Kabupaten Bogor

  2. Kabupaten Cianjur

  3. Kabupaten Gowa

  4. Kabupaten Bone Bolango

  5. Kota Tidore Kepulauan

  6. Ibu Kota Nusantara (IKN)

  7. Kabupaten Banyumas

  8. Kabupaten Jepara

  9. Kota Subulussalam

  10. Kota Tarakan

  11. Kabupaten Donggala

  12. Kabupaten Bolaang Mongondow

  13. Kabupaten Minahasa Utara

  14. Kabupaten Kupang

  15. Kabupaten Buton Tengah

  16. Kabupaten Tebo

  17. Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Penerimaan murid baru dibuka untuk calon siswa kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA. Pada tahap awal, pembelajaran akan menggunakan lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dan daerah, sementara pembangunan kampus permanen terus berlangsung.

"Pendaftaran diprioritaskan bagi calon murid dari kabupaten atau kota tempat SNT berada. Seleksi dilaksanakan melalui tahapan administrasi dan tes skolastik sesuai petunjuk teknis. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi kementerian di s.kemendikdasmen.go.id/sp," tambah Qodari.

Menutup keterangannya, Kepala Bakom RI tersebut juga mengimbau agar Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan setempat aktif membantu masyarakat yang memerlukan pendampingan selama proses pendaftaran. SNT diharapkan bukan hanya menghadirkan layanan pendidikan bermutu, tetapi juga menjadi katalisator agar mutu pendidikan di berbagai wilayah dapat tumbuh, berkembang, dan maju bersama. [SB.09]***

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital