Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

LSI : Survei Kepuasan Publik Terhadap Kinerja KDM Tembus 95,4 Persen


BANDUNG | sariberita.id
— Setelah satu setengah tahun masa jabatan, kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan mendapatkan penilaian yang sangat positif dari masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dipaparkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) di Bandung, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Dedi Mulyadi tercatat mencapai angka yang fantastis, yakni 95,4 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Wakil Gubernur Erwan Setiawan berada di angka 59 persen.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Jayadi Hanan, menjelaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan ini berkaitan erat dengan penilaian positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta program-program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

"Tingkat kepuasan masyarakat kepada gubernur itu berada di posisi 95,4 persen. Meskipun untuk wakil gubernur tingkat kepuasannya, seperti banyak di daerah lain, menjadi lebih rendah dari gubernur. Tingkat kepuasan yang tinggi ini antara lain disebabkan oleh evaluasi terhadap ekonomi yang masih tergolong sedang (44 persen), serta evaluasi terhadap pelaksanaan pemerintahan secara umum yang dinilai baik (lebih dari 60 persen)," ungkap Jayadi Hanan.

Jayadi juga menambahkan bahwa tingginya popularitas Dedi Mulyadi, ditambah dengan keaktifannya mempublikasikan program pemerintahan di media sosial, menjadi salah satu faktor kuat yang mempererat kedekatan emosional antara pemerintah dengan masyarakat. Hal ini membuat warga merasa lebih mudah untuk mengikuti dan memantau kinerja pemerintah daerah.

Meski mendapatkan rapor yang sangat memuaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang tidak boleh diabaikan. Pengamat Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad), Antik Bintari, mengingatkan bahwa pemerintah provinsi harus memberikan perhatian khusus pada beberapa isu strategis.

Isu-isu tersebut meliputi pemerataan pembangunan antarwilayah, penguatan sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, hingga penanganan berbagai persoalan sosial di Jawa Barat seperti masalah stunting, perlindungan perempuan dan anak, serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang.

Di sisi lain, Antik Bintari juga mengapresiasi langkah KDM dalam menjaga keberlanjutan program pemerintahan.

"Keberlanjutan ini akan memiliki dampak yang lebih positif karena pelaksana di daerah menjadi lebih paham. Menurut saya ini nilai plus dari Pak Dedi Mulyadi sebagai gubernur, yaitu dengan mempertahankan program yang baik, dan ego leadership-nya bisa diturunkan dengan memilih mana kebijakan yang bisa dipertahankan atau ditindaklanjuti," jelas Antik.

Dengan jumlah penduduk yang menembus lebih dari 50 juta jiwa, Provinsi Jawa Barat masih dihadapkan pada beragam tantangan pembangunan yang kompleks. Tingginya angka kepuasan publik saat ini tentu menjadi modal politik dan sosial yang sangat berharga. Namun, hasil nyata dan pemerataan pembangunan di lapangan akan tetap menjadi tolok ukur utama keberhasilan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan pada sisa masa kepemimpinannya. [SB.08]**

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital