JAKARTA – Keributan berdarah yang melibatkan dua kelompok warga pecah di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Insiden bentrokan yang dipicu oleh masalah sepele terkait teguran suara knalpot bising ini mengakibatkan dua orang dilarikan ke rumah sakit, di mana satu orang di antaranya dilaporkan tewas dan satu lainnya dalam kondisi kritis.
Menurut kesaksian warga di lokasi kejadian, keributan bermula dari teguran warga terhadap seorang pria yang menggeber-geber knalpot motornya di sekitar warung makan. Pria tersebut tidak terima, lalu kembali dengan membawa massa dan merusak fasilitas di lokasi.
Pemilik warung Rusdi sekaligus saksi mata di lokasi menceritakan detik-detik awal keributan tersebut.
"Awal-awalnya sih itu orang kayak orang timur gitu bawa motor knalpotnya berisik digeber-geber. Sama dia nggak terima gitu ada yang negur, orang-orang yang lagi makan di saya. Terus nggak lama kemudian manggil abang-abangnya datang. Kurang lebih 10 orangan naik motor semua." Ucap Rusdi
Massa yang datang tersebut kemudian mengamuk karena diduga tidak menemukan pihak yang sebelumnya menegur mereka, sehingga melampiaskan amarah dengan merusak warung.
"Awalnya sih cuma nanya-nanya doang gitu, mungkin nggak dapat-dapat pelakunya gitu ya emosinya jadi membabi buta gitu sampai dagangan abang juga kena... Cuma kaca sama roda sih [yang rusak]. Masih bisa dibenerin." jelas rusdi.
Aksi perusakan warung ini memancing reaksi amarah dari warga sekitar. Saksi menambahkan bahwa informasi dengan cepat menyebar ke arah Matraman, memanggil warga lain untuk keluar dan membalas serangan, sehingga bentrokan besar pun tidak dapat dihindari.
Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng yang menerima laporan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk membubarkan massa. Pihak kepolisian mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat insiden ini.
"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng menerima laporan tadi pagi jam 10.00 terkait perkelahian atau keributan yang terjadi antara dua kelompok warga yang ada di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan. Dari petugas berupaya untuk melerai dan menyudahi, namun karena banyaknya yang terlibat akhirnya ada korban." AKBP Roby Heri Saputra, Kabag Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.
Menurut Roby ada dua orang yang sempat diselamatkan dari kepungan warga dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa salah satu korban tidak tertolong.
"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP, masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal." tambah AKBP Roby Heri Saputra,
Lebih lanjut, AKBP Roby membeberkan secara runut motif saling serang ini dari sudut pandang penyelidikan awal,
"Pemicunya, jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya kemudian dia pergi. Datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk tersebut. Nah kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut sehingga terjadilah keributan." Jelas AKBP Roby
Dari hasil olah TKP, pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti berupa puing-puing bangunan dan kendaraan yang terbakar, serta jejak darah dan batu berlumuran darah. Sejauh ini, polisi belum menyita senjata tajam.
Sebagai tindak lanjut penanganan kasus, pihak kepolisian saat ini telah mengamankan total 8 orang, yang terdiri dari 6 orang dari satu kelompok dan 2 orang dari kelompok luar untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Polsek Menteng. Identitas kelompok dan legalitas lahan yang menjadi tempat tinggal kelompok yang diserang warga juga masih dalam tahap pendalaman aparat kepolisian.[|SB.11]***





0 Komentar