Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kemarau Melanda, Warga Sejumlah Wilayah di Malang Mulai Kesulitan Air Bersih


SARIBERITA.ID
– Memasuki musim kemarau, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Debit sumber mata air yang terus menurun membuat pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari semakin terbatas, sehingga masyarakat harus mencari sumber air alternatif atau menunggu bantuan distribusi air bersih dari pemerintah. Kondisi tersebut mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir seiring minimnya curah hujan.

Salah satu wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan ternak karena sumber mata air yang selama ini menjadi andalan mulai mengering.

Akibat menurunnya debit air, sebagian warga harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air dari sumber yang masih tersedia. Tidak sedikit pula yang memilih membeli air bersih atau menunggu pasokan air menggunakan mobil tangki yang dikirim oleh pemerintah daerah maupun lembaga kemanusiaan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah kecamatan. Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi berupa pendistribusian air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air apabila kebutuhan masyarakat semakin meningkat.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, keterbatasan air juga mulai berdampak pada sektor pertanian. Lahan pertanian yang mengandalkan tadah hujan berpotensi mengalami penurunan produktivitas apabila musim kemarau berlangsung lebih lama tanpa disertai hujan yang cukup.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Penghematan penggunaan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan hingga musim penghujan kembali tiba, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan sumber air.

BPBD juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila terjadi kekeringan yang semakin parah di lingkungannya. Laporan tersebut akan menjadi dasar penentuan prioritas penyaluran bantuan air bersih sehingga distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai tingkat kebutuhan.

Musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui distribusi bantuan dan langkah mitigasi lainnya, sembari mengimbau warga tetap waspada terhadap dampak kekeringan yang berpotensi meluas. [SB.09/Pebrianti ]*

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital