Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu, Mobil Rombongan Pengantar Pengantin Tertabrak Truk, 11 Orang Tewas


INDRAMAYU
- Sebuah kecelakaan tragis yang melibatkan rombongan pengantar pengantin terjadi di jalur "tengkorak" Pantai Utara (Pantura), tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Insiden maut yang terjadi pada Minggu siang ini mengakibatkan 11 orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan laporan koresponden sariberita.id, Candra, di lokasi kejadian, kecelakaan nahas ini melibatkan tiga kendaraan: sebuah mobil pick up dan dua unit truk Hino. Kendaraan pick up yang menjadi korban utama diketahui telah dimodifikasi menjadi dua tingkat (lantai atas dan bawah) dan sedang mengangkut rombongan yang hendak pulang setelah menghadiri acara pernikahan di Kecamatan Lohbener.

Peristiwa memilukan ini bermula ketika mobil pick up yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon hendak melakukan putar balik. Saat berhenti di lajur kanan di area putar balik (u-turn), diduga karena jarak yang terlalu dekat, sebuah truk yang melaju searah dari arah belakang tidak sempat menghindar dan langsung menghantam keras bagian belakang pick up.

"Benturan tersebut sangat keras sehingga mendorong mobil pick up masuk ke jalur yang berlawanan," jelas Candra.

Nahasnya, pada saat yang bersamaan, sebuah truk Hino lain datang dari arah berlawanan dan langsung menabrak mobil pick up yang terdorong tersebut.

Akibat benturan beruntun tersebut, 3 orang dikabarkan meninggal seketika di lokasi kejadian (TKP), sementara 8 orang lainnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. Seluruh korban jiwa dan korban luka berasal dari rombongan penumpang mobil pick up pengantar pengantin.

Saat ini, para korban meninggal dunia telah dievakuasi dan tengah menjalani proses autopsi oleh tim Dokpol di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Sementara itu, sejumlah korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Widasari Plumbon, Indramayu. Sebagian besar korban mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki akibat benturan keras.  Beberapa penumpang yang hanya mengalami luka ringan dilaporkan telah diperbolehkan pulang.

Suasana duka menyelimuti rumah sakit. Puluhan anggota keluarga korban yang masih syok tampak berkumpul menunggu kepastian informasi dan proses pemulangan jenazah kerabat mereka. Perangkat desa setempat juga terlihat hadir untuk mendata warganya serta memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

Menurut keterangan warga sekitar, lokasi putaran arah tempat terjadinya kecelakaan memang dikenal sebagai titik rawan. Posisinya yang berdekatan dengan jalanan menanjak ke arah jembatan membuat jarak pandang pengendara terbatas (blind spot), sehingga sangat membahayakan jika ada kendaraan yang berbelok atau putar arah secara mendadak.

Pihak kepolisian telah melakukan evakuasi terhadap bangkai kendaraan yang terlibat  dan saat ini tengah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti serta menetapkan tersangka dalam insiden maut ini. [SB.03]***

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital