Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Heboh Siswa MTsN di Bondowoso Buang Nasi Program MBG, Sekolah Lakukan Evaluasi


SARIBERITA.ID
– Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, membuang nasi dari Program Makan Bergizi (MBG) menjadi perbincangan di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan langsung mendapat perhatian dari pihak sekolah maupun instansi terkait untuk mengetahui penyebab kejadian serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Video yang beredar menunjukkan beberapa siswa membuang nasi yang merupakan bagian dari menu Program Makan Bergizi. Rekaman tersebut kemudian viral dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat mengenai pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi peserta didik.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa menu makanan yang dibagikan sebenarnya telah disiapkan sesuai ketentuan penyelenggara Program Makan Bergizi. Namun, terdapat sejumlah siswa yang mengaku tidak menghabiskan nasi karena merasa porsinya terlalu banyak atau tidak sesuai dengan selera masing-masing.

Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, pihak sekolah segera memberikan pembinaan kepada para siswa mengenai pentingnya menghargai makanan. Sekolah juga mengingatkan agar makanan yang diterima dimanfaatkan dengan baik dan tidak dibuang karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Selain melakukan pembinaan, pihak sekolah berkoordinasi dengan penyelenggara Program Makan Bergizi untuk melakukan evaluasi terhadap mekanisme distribusi dan penyajian makanan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menyesuaikan porsi maupun menu agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik tanpa mengurangi nilai gizi yang telah ditetapkan.

Program Makan Bergizi merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah guna mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, serta tumbuh kembang peserta didik. Karena itu, setiap pelaksanaan program memerlukan dukungan dari sekolah, orang tua, dan siswa agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Peristiwa di Bondowoso menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi. Selain memastikan kualitas makanan tetap terjaga, edukasi mengenai pentingnya menghindari pemborosan pangan juga dinilai perlu terus diberikan kepada para siswa sejak dini.

Pemerintah daerah bersama pihak sekolah menyatakan akan terus memperbaiki pelaksanaan Program Makan Bergizi agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan program tersebut dapat mencapai tujuannya dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus menumbuhkan budaya menghargai makanan di lingkungan sekolah.SB.09/Pebrianti ]*

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital