Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Tanggul Darurat Sungai Air Dingin Jebol, Perumahan Lumin Park Cluster Padang Terendam Banjir Lumpur


SARIBERITA.ID
- Tanggul darurat di aliran Sungai Air Dingin jebol akibat tak kuasa menahan derasnya debit air. Insiden ini mengakibatkan puluhan rumah di kawasan permukiman Lumin Park Cluster, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, diterjang banjir bandang dan kini terendam oleh lumpur pekat sehingga belum dapat ditempati oleh warganya.

Derasnya limpahan air dari perbukitan yang mengalir tajam ke sungai membuat tanggul darurat yang sebelumnya dibangun hasil kerja sama pihak kawasan perumahan dan pemerintah hancur lebur diterjang arus.

"Air setinggi kurang lebih 1 meter hingga 1,5 meter memasuki kawasan Lumin Park Cluster. Sebelum masuk ke perumahan, air deras tersebut juga merobohkan beberapa pagar beton pembatas dan membawa material banjir langsung ke permukiman," lapor Hendri Tera.

Akibat terjangan air bah tersebut, area perumahan kini dipenuhi oleh material potongan kayu yang terbawa arus sungai serta endapan lumpur yang sangat tebal. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ketebalan lumpur bervariasi mulai dari kedalaman 10 hingga 20 sentimeter, dan di beberapa titik bahkan mencapai setinggi betis orang dewasa.

Kondisi tersebut melumpuhkan aktivitas warga dan merusak berbagai harta benda. Berbagai perabotan rumah tangga yang terendam seperti kulkas, alat kebugaran (fitness), kipas angin, meja, dan kursi tampak terpaksa dikeluarkan dari dalam rumah. Tak hanya itu, kendaraan milik warga yang terparkir, mulai dari sepeda, sepeda motor, hingga mobil, turut menjadi korban keganasan lumpur banjir.

Terkait kondisi para korban terdampak, Hendri Tera melaporkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi pengungsian yang dilakukan secara terpusat di tenda-tenda darurat. Warga Perumahan Lumin Park Cluster memutuskan untuk melakukan evakuasi dan pengungsian secara mandiri. Sebagian besar warga memilih mengungsi ke tempat kerabat atau keluarga mereka, sementara sebagian lainnya menyewa fasilitas penginapan demi keselamatan.

Hingga saat ini, warga masih merasakan trauma mendalam mengingat betapa derasnya air yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah mereka akhir pekan lalu. Beberapa penghuni yang sempat kembali ke lokasi hanya berani datang sejenak untuk memantau kondisi rumah yang dipenuhi lumpur basah. Mereka memilih untuk menunda pembersihan sembari terus memantau situasi curah hujan dan debit air di Sungai Air Dingin.

Guna mempercepat proses pemulihan kawasan, saat ini telah didatangkan sedikitnya tiga unit alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Alat-alat berat tersebut dikerahkan untuk membantu menyingkirkan dan mengeruk tumpukan lumpur pekat yang menutupi jalanan serta area perumahan. Warga berharap pemerintah terus mempercepat penanganan dan pengangkutan sisa material banjir agar mereka dapat segera membersihkan rumah dan beraktivitas kembali seperti sedia kala.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰