SARIBERITA.ID| Eskalasi konflik bersenjata yang kembali terjadi di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak langsung terhadap mobilitas perjalanan ibadah umat Islam di Indonesia. Insiden serangan rudal yang menyasar kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kini berimbas pada kacaunya jadwal penerbangan jemaah umrah dari Tanah Air.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas dan menimbulkan kekhawatiran tersebut, pihak pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan bahwa sebagian besar operasional penerbangan menuju Tanah Suci masih terkendali. Penerbangan langsung atau direct flight dari Jakarta menuju bandara di Jeddah maupun Madinah hingga saat ini dipastikan tetap berjalan aman dan lancar.
Sayangnya, nasib yang jauh berbeda harus dialami oleh rombongan jemaah umrah yang menggunakan skema penerbangan transit antarnegara. Demi menjamin keselamatan para penumpang dari potensi bahaya di udara, sejumlah maskapai yang memberlakukan rute persinggahan terpaksa membatalkan penerbangannya secara sepihak.
Pembatalan penerbangan ini sontak mengejutkan para calon tamu Allah yang sudah bersiap dan menunggu di ruang tunggu terminal keberangkatan. Para jemaah mendapatkan informasi pembatalan penerbangan tersebut secara mendadak pada sore hari, tepatnya hanya sekitar 50 menit sebelum jadwal lepas landas yang seharusnya dilaksanakan.
Salah satu kasus pembatalan dan penundaan massal ini dialami oleh jemaah yang terbang menggunakan maskapai Indigo Airlines. Berdasarkan rencana awal pihak biro perjalanan, pesawat tersebut dijadwalkan terbang membawa para jemaah dengan rute transit di Mumbai, India, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan jauh menuju Jeddah, dan berakhir di Madinah.
Meskipun rute penerbangan awal dari Jakarta menuju Mumbai dilaporkan masih tersedia dan berstatus aman, pihak maskapai terpaksa mengambil keputusan yang sangat berat. Mereka membatalkan jadwal penerbangan lanjutan dari Mumbai menuju Jeddah guna menghindari melintasi kawasan udara Arab Saudi yang sedang rentan dan berpotensi menjadi target serangan udara.
Salah seorang calon jemaah umrah terdampak, yang bertindak mewakili suara para rombongan, menceritakan kronologi penundaan mengejutkan yang mereka alami di bandara. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya seluruh prosedur administrasi dan persiapan di bandara berjalan sangat normal sejak kedatangan mereka pada pukul sebelas siang.
"Dari sejak kedatangan kita pukul sebelas siang sampai menjelang sore, itu semua normal. Tiba-tiba pukul empat sore kita dikumpulkan dan ada pengarahan dari pihak maskapai Indigo," ungkap perwakilan jemaah umrah tersebut saat menceritakan ketegangan detik-detik pembatalan penerbangan.
Dalam pengarahan darurat tersebut, pihak maskapai memberikan penjelasan teknis bahwa rute pesawat dari Jakarta menuju Mumbai memang masih bisa dioperasikan. Namun, dikarenakan tingginya risiko keselamatan, penerbangan penghubung dari Mumbai menuju Jeddah dipastikan tidak ada atau dibatalkan sepenuhnya untuk sementara waktu.
Situasi yang tak terduga ini seketika menimbulkan kebingungan bagi para penumpang, sehingga memaksa mereka memutar otak dan mengubah rencana secara mendadak. Sebagian besar jemaah umrah yang berdomisili di kawasan Jabodetabek akhirnya memilih opsi aman untuk putar balik dan kembali ke rumah masing-masing sembari menunggu kepastian jadwal ulang.
Kondisi yang jauh lebih memprihatinkan dialami oleh para jemaah yang berasal dari daerah luar Pulau Jawa, salah satunya adalah rombongan dari Provinsi Bengkulu. Lantaran jarak tempuh pulang yang sangat jauh dan tidak adanya tempat tinggal di ibu kota, mereka terpaksa bertahan dan menyewa penginapan di wilayah Jakarta sembari menunggu arahan.
Menanggapi krisis operasional ini, pihak manajemen travel atau biro perjalanan umrah menyatakan terus berupaya menjalin komunikasi intensif untuk mencari jalan keluar serta mengatur ulang jadwal keberangkatan. Sementara itu, para jemaah saat ini diinstruksikan untuk berstatus standby di Jakarta sembari memanjatkan doa agar konflik segera mereda dan mereka bisa melanjutkan niat suci menuju Baitullah.[SB.101/R]





0 Komentar