SARIBERITA.ID| Antrean panjang kendaraan bermotor yang mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Dewata belakangan ini telah menjadi sorotan publik. Masyarakat harus rela mengantre lama demi mendapatkan bahan bakar minyak untuk mendukung aktivitas dan mobilitas harian mereka.
Guna mengatasi masalah tersebut dan mengurai kepadatan antrean yang terjadi, PT Pertamina (Persero) langsung mengambil langkah cepat dan terukur. Langkah ini diharapkan mampu mengendalikan situasi sehingga distribusi energi di wilayah Bali kembali lancar.
Kebijakan strategis pertama yang diambil Pertamina adalah dengan memastikan sejumlah SPBU beroperasi tanpa henti. SPBU yang diinstruksikan melayani konsumen selama 24 jam penuh ini tersebar di empat wilayah utama, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloisius Mantiri, secara langsung memberikan klarifikasi mengenai akar permasalahan dari fenomena tersendatnya suplai BBM ini. Klarifikasi ini dinilai sangat penting untuk memberikan pemahaman sekaligus menepis kepanikan di tengah masyarakat.
Simon Aloisius Mantiri menjelaskan bahwa antrean kendaraan yang memadati SPBU di Bali dalam beberapa hari terakhir ini dipicu murni oleh permasalahan teknis logistik. Kendala operasional tersebut dialami oleh salah satu armada kapal pengangkut saat hendak melakukan proses bongkar muat bahan bakar minyak.
Lebih lanjut, Simon mengungkapkan bahwa gangguan secara spesifik terjadi pada bagian jangkar kapal pengangkut tersebut. Kesulitan teknis pada jangkar ini membuat jadwal kapal untuk bersandar dan menurunkan kargo BBM yang semula telah direncanakan menjadi terhambat secara drastis.
Menyikapi hambatan distribusi tersebut, Pertamina segera menetapkan langkah tanggap darurat yang komprehensif di lapangan. Selain menginstruksikan SPBU untuk buka 24 jam, Pertamina juga menambah tenaga operator di empat titik SPBU utama guna mempercepat durasi pengisian bahan bakar.
Untuk menjaga agar situasi tetap kondusif, langkah antisipasi keamanan di lapangan pun turut disiapkan dengan matang oleh pihak terkait. Pertamina telah menyiagakan skenario bantuan pengamanan dari personel TNI dan Polri yang akan diturunkan guna menjaga ketertiban jika dinamika kepadatan di SPBU mulai tidak terkendali.
Akselerasi distribusi juga dilakukan langsung dari pusat penampungan dengan membuka waktu operasional Terminal Bahan Bakar Minyak di Depo Manggis dan Sanggaran selama 24 jam penuh. Di samping itu, pergerakan distribusi darat didongkrak dengan penambahan armada mobil tangki BBM dari yang semula berjumlah 90 unit kini menjadi 105 armada.
Melihat dinamika pergerakan warga di SPBU, Gubernur Bali, Wayan Koster, turut angkat bicara untuk meredakan kekhawatiran masyarakat luas. Pernyataan resmi dari pucuk pimpinan pemerintah daerah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bahwa permasalahan pasokan BBM telah ditangani dengan sangat serius.
Gubernur Bali, Wayan Koster, secara tegas menjamin bahwa ketersediaan pasokan BBM di seluruh wilayah Bali masih dalam status yang sangat aman. Ia memastikan bahwa stok bahan bakar, khususnya untuk jenis Pertalite dan Pertamax, mencukupi untuk memenuhi kebutuhan logistik dan mobilitas warga hingga dua pekan ke depan.
Dalam penutup pernyataannya, Wayan Koster mengimbau seluruh elemen masyarakat di Bali untuk tetap tenang dan berbelanja bahan bakar sesuai kebutuhan normal. Masyarakat sangat dilarang untuk panik dan menimbun bahan bakar, karena perilaku panic buying justru akan menciptakan penumpukan antrean kendaraan yang tidak berkesudahan di area SPBU.[SB.101/R]





0 Komentar