SARIBERITA.ID,BEKASI - Dunia pendidikan kembali digemparkan oleh sebuah unggahan viral di media sosial yang menarasikan dugaan kasus perundungan (bullying) di lingkungan Alexandria Islamic School, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam unggahan yang beredar luas tersebut, tampak foto seorang siswa kelas 7 SMP (kelas 1 SMP) yang mengalami sejumlah luka memar di bagian mata, dada, serta tangannya.
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa nahas itu terjadi di dalam area privat kamar asrama putra pada Kamis, 17 September 2026, yang melibatkan dua orang siswa. Pascakejadian, pihak sekolah langsung membawa siswa tersebut ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan medis.
Menanggapi polemik yang terus bergulir di tengah masyarakat, pihak yayasan sekolah akhirnya angkat bicara. Mereka membenarkan adanya kontak fisik, namun menepis keras narasi perundungan yang menyudutkan pihak sekolah. Lantaran tempat kejadian perkara berada di dalam kamar asrama yang berstatus sebagai ruang privat, sekolah mengakui tidak memiliki rekaman CCTV terkait insiden tersebut.
Didik RD Wibowo, selaku Deputi 2 Alexandria Islamic School, memberikan klarifikasi dan meluruskan kronologi kejadian. Ia menyebut insiden itu murni akibat gesekan emosi sesaat.
"Tidak benar bahwa telah terjadi bully di Alexandria Islamic School. Peristiwa yang sebenarnya terjadi merupakan kesalahpahaman antara dua orang siswa kelas 1 SMP dan berujung pada perkelahian secara spontan," terang Didik.
Meski pihak sekolah sudah berupaya memfasilitasi mediasi antara keluarga dari kedua siswa yang terlibat, pertemuan tersebut rupanya tidak membuahkan kesepakatan damai. Merasa anaknya menjadi korban kekerasan, pihak keluarga korban akhirnya dengan tegas memilih untuk membawa kasus ini ke jalur hukum dan telah membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Di sisi lain, instansi pemerintah terkait turut turun tangan untuk mengawasi berjalannya kasus ini. Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman dan telah menerjunkan tim pengawas sekolah untuk melakukan investigasi awal ke lapangan.
"Kami akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan adanya permasalahan tersebut. Infonya pengawas sudah diminta untuk mencari informasi awal ke sekolah. Nanti kita lihat dulu seperti apa permasalahannya, kemudian fakta-fakta di lapangannya seperti apa. Nanti kita kaji terlebih dahulu, seperti apa permasalahan yang memang terjadi di lapangan," paparnya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus masih dalam tahap penanganan kepolisian. Baik pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi maupun pihak Alexandria Islamic School menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan menghormati penuh proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar