SARIBERITA.ID - Pemerintah Uzbekistan terus berupaya mendorong agar warisan peradaban Islam di negaranya kembali dikenal secara luas oleh masyarakat dunia. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Media Forum yang berhasil mempertemukan jurnalis dan pakar dari sekitar 50 negara di Center of Islamic Civilization, Tashkent, Uzbekistan.
Mengusung tajuk utama "Islamic Civilization: A New Perspective New Discoveries", forum internasional ini membahas secara mendalam kontribusi peradaban Islam, khususnya yang berkembang pesat di kawasan Asia Tengah pada masa lampau. Lebih dari 150 peserta antusias mengikuti rangkaian diskusi serta presentasi mengenai sejarah dan warisan Islam di Uzbekistan.
Bagi Uzbekistan, warisan peradaban masa lalu tidak hanya sekadar monumen sejarah untuk dikenang, melainkan dapat diaktualisasikan sebagai sumber pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan masa kini. Salah seorang pakar dan pembicara dalam forum tersebut mengungkapkan bahwa ilmu peninggalan masa lalu masih sangat relevan.
"Bahkan hingga saat ini, kita dapat memecahkan masalah global berdasarkan pencapaian ilmiah nenek moyang kita. Pencapaian ini berguna untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan juga masalah sosial kita," ungkap narasumber tersebut dalam paparannya.
Menariknya, forum internasional ini juga turut mengangkat jejak sejarah hubungan diplomatik dan spiritual antara Uzbekistan dan Indonesia. Salah satu sorotan utamanya adalah kisah mengenai keterkaitan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dengan penemuan kembali makam perawi hadis kenamaan, Imam Bukhari, di era kejayaan Uni Soviet.
Kisah yang melegenda tersebut menjadi salah satu tonggak jejak hubungan erat kedua negara. Hal ini sekaligus menunjukkan besarnya penghormatan Soekarno dan masyarakat Indonesia terhadap sosok Imam Al-Bukhari, ulama besar yang lahir dan dimakamkan di wilayah Asia Tengah tersebut.
Melalui International Media Forum ini, Uzbekistan berharap dapat membuka mata dunia dan memperkenalkan kembali kebesaran warisan peradaban Islam Asia Tengah kepada masyarakat internasional.[SB.104/Pebri]





0 Komentar